Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Membuat Catatan Keuangan, Pos Pengeluaran Apa Saja yang Perlu Dicatat?

Membuat catatan keuangan akan menjaga kita agar tak berlebihan saat menggunakan uang. Lalu, pos pengeluaran apa saja yang perlu dicatat dan dihitung?

zoom-in Membuat Catatan Keuangan, Pos Pengeluaran Apa Saja yang Perlu Dicatat?
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-04-28 10:00:03 

Parapuan.co - Membuat catatan keuangan itu tidak hanya harus dilakukan oleh pelaku usaha, tapi juga kita semua.

Pasalnya, catatan keuangan akan menjaga kondisi finansial kita stabil, serta sebagai salah satu indikator bahwa kita menjalani kehidupan yang sejahtera.

Sebagaimana melansir NOVA, Ninet Dangirani, CFP selaku Financial Planner Finansialku.com menjelaskan pentingnya memiliki catatan keuangan.

Menurutnya, pencatatan keuangan dilakukan agar kita tidak melewati batas.

Baca Juga: Mau Coba Bisnis Kue Kering di Bulan Ramadan? Biar Untung, Simak Tips Ini Dulu, Yuk!

"Cash flow itu dilihat antara berapa uang yang kita terima dari income dan juga pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan," kata Ninet.

Rekomendasi Untuk Anda

Mengingat pengeluaran sangat banyak, ada baiknya jika kita membaginya ke dalam pos-pos pengeluaran.

Contohnya adalah pos pengeluaran untuk utang dan pengeluaran rutin. Contoh pengeluaran rutin adalah listrik dan air.

"Pengeluaran itu kan banyak banget ya. Kita mesti lihat dulu pengeluaran bulanan, cicilan utang, hal-hal yang rutin kayak PLN, PDAM, bayar sewa kontrak dan sebagainya, berapa yang kita pakai untuk donasi sedekah," imbuhnya.

Lanjut kemudian kita membuat catatan keuangan untuk pos pengeluaran biaya sehari-hari.

Contohnya adalah biaya sekolah anak, beli bensin, bayar telepon, dan wifi.

"Nah, itu kita tulis dulu posnya apa saja yang wajib kita keluarkan. Terus kita cek lagi, cicilan utang ada nggak? Bayar KPR, cicilan kartu kredit, cicilan mobil, kita tulis semua," terang Ninet.

Jangan lupa, kamu juga perlu membuat pos berikutnya untuk dana darurat jika sewaktu-waktu ada kebutuhan mendadak.

"Kemudian, ada lagi yang kita sisihkan untuk dana darurat. Untuk tabungan kita, buat jaga-jaga berapa sih yang kita sisihkan di situ."

Sumber: Parapuan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas