Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Masih Tinggi, Ini Penyebab Perkawinan Anak di Indonesia Menurut Alissa Wahid

Kawan Puan, menurut Alissa Wahid ada beberapa penyebab perkawinan anak di Indonesia. Salah satunya: kampanye nikah muda di sosial media.

Masih Tinggi, Ini Penyebab Perkawinan Anak di Indonesia Menurut Alissa Wahid
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-06-09 08:00:17 

Parapuan.co – Pada Selasa (8/6/2021), World Vision Asia Pasific mengadakan webinar stop perkawinan anak yang bertajuk "Too Young to Marry: A Webinar with Faith-Based Organizations and Children and Youth on Ending Child Marriage".

Sebagai perwakilan dari Indonesia, Alissa Wahid berbagi tentang masih tingginya angka perkawinan anak di Indonesia.

Psikolog dan pemerhati keluarga sekaligus koordinator nasional Jaringan Gusdurian ini mengatakan bahwa selama tahun 2020 terjadi peningkatan angka pengajuan dispensasi pernikahan anak sebanyak 3 kali lipat dari tahun sebelumnya.

Angka pengajuan dispensasi pernikahan anak tersebut terjadi sebanyak 64.211 kasus perkawinan anak dan 97% dikabulkan.

Baca Juga: Berkaca dari Sinetron Suara Hati Istri, Inilah Cara Mencegah Perkawinan Anak

Kawan Puan, pengajuan dispensasi pernikahan ini terjadi karena menurut UU Nomr 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang menyebutkan bahwa usia minimal untuk menikah adalah 19 tahun.

Lalu apa yang menyebabkan angka perkawinan anak ini masih tinggi di Indonesia?

Menurut Alissa Wahid, ada 4 penyebab utama dari tingginya angka perkawinan anak di Indonesia terutama saat pandemi.

Keempat penyebab perkawinan anak tersebut antara lain:

Halaman
1234
Ikuti kami di
Sumber: Parapuan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas