Puan Talks: Kenali Perbedaan Baby Blues dan Postpartum Depression Pasca Melahirkan
Sering dikira sama, kenali perbedaan baby blues dan postpartum depression yang kerap dialami oleh ibu pasca melahirkan.
Penulis:
Eso Saja
Setelah itu, Ashtra pun mencari tahu apa yang terjadi dengan dirinya, dan ternyata ia mengalami postpartum depression (PPD).
Mengutip dari laman Women's Health, postpartum depression adalah kondisi mental yang memengaruhi perilaku serta kesehatan fisik, di mana seseorang mengalami depresi, sedih, hampa tidak kunjung hilang, serta merasa tidak terhubung dengan bayi.
Bahkan, dalam kondisi tersebut seseorang merasa seolah-olah ia bukan ibu dari bayi tersebut, atau mungkin tidak menyayangi atau merawat bayinya.
Sebagian orang menganggap kondisi ini sama seperti baby blues syndrome, tapi anggapan itu tidak benar.
Dalam kesempatan tersebut Ashtra juga menjelaskan perbedaan kondisi yang dialaminya dengan baby blues.
"Beda postpartum depression dan baby blues adalah PPD merasa tidak bisa mengurus anak dengan baik dan tidak bisa menjadi ibu yang baik, serta baby blues hanya berlangsung sekitar 14 hari setelah melahirkan," jelasnya.
Ia juga mengungkap bahwa kondisi depresi ini hanya dialami oleh 20% perempuan, jadi belum setelah perempuan melahirkan maka ia akan mengalami depresi.
Lebih lanjut lagi, melansir dari laman WebMD terdapat beberapa perbedaan lainnya antara baby blues dan postpartum depression.
Baca Juga: Puan Talks: Mitos dan Fakta Menstruasi yang Perlu Semua Perempuan Tahu
Adapun hal yang membedakan dua kondisi tersebut adalah gejalanya, perempuan baby blues akan mengalami mood swing, di mana ia bisa merasa bangga menjadi ibu namun beberapa menit kemudian beranggapan ia tidak mampu mengerjakan tugas itu.
Selain itu, perempuan baby blues juga mudah tersinggung, kewalahan, dan cemas.
Sementara, perempuan yang mengalami postpartum depression merasa putus asa, sedih, tidak berharga, dan sering menangis.
Lebih dari itu, ia juga merasa tidak memiliki keterikatan dengan bayinya, bahkan ia juga bisa mengalami anxiety dan panic attack.
Cara mengobati postpartum depression
Baca tanpa iklan