Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Saat Perempuan Menjalani Banyak Peran, Apa yang Sebenarnya Dibutuhkan?

Peran perempuan kian berlapis. Di satu sisi, ada tanggung jawab keluarga dan pekerjaan. Di sisi lain, ada tuntutan untuk tetap sehat, dan tenang,

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Saat Perempuan Menjalani Banyak Peran, Apa yang Sebenarnya Dibutuhkan?
Dok. Parapuan
MOMSPIRATION DAY - Financial Planner sekaligus Chief Partnership Distribution Officer Great Eastern Life Indonesia, Wieke Yunita (kanan) bersama para audiens 

TRIBUNNEWS.COM - Peran perempuan kian berlapis. Di satu sisi, ada tanggung jawab keluarga dan pekerjaan. Di sisi lain, ada tuntutan untuk tetap sehat, tenang, dan mampu mengambil keputusan penting bagi masa depan. 

Tekanan tersebut kerap berdampak pada kondisi fisik dan mental. Tidak sedikit perempuan yang menomorduakan kesehatan diri demi memenuhi peran di rumah maupun di ruang publik. 

Di saat yang sama, muncul rasa khawatir, kelelahan emosional, hingga kebingungan dalam mengambil keputusan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan keuangan keluarga.

Isu inilah yang diangkat dalam agenda "Momspiration Day" yang berlangsung pada Minggu (14/12/2025) di T-Space Bintaro, Tangerang Selatan. 

Acara ini merupakan inisiatif dari Indonesia Women Fest Go To Community sebagai ruang diskusi bagi para ibu untuk berbagi dan belajar bersama. Great Eastern turut hadir dalam acara ini untuk memberikan pemberdayaan di sisi ekonomi, kesehatan, dan proteksi masa depan. 

Sebagai informasi, Indonesia Women Fest Go To Community merupakan rangkaian awal Indonesia Women Fest 2026, sebuah platform yang mempertemukan perempuan Indonesia melalui berbagai agenda komunitas, edukasi, dan diskusi. 

Pembahasan tentang kesiapan perempuan dalam menghadapi risiko kehidupan, mulai dari kesehatan, kondisi mental, hingga pengelolaan keuangan, dipaparkan oleh Certified Financial Planner sekaligus Chief Partnership Distribution Officer Great Eastern Life Indonesia, Wieke Yunita.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Wieke, tekanan dari berbagai peran tersebut kerap membuat perempuan menomorduakan diri sendiri. Kesehatan fisik dan mental sering kali berada di urutan terakhir, padahal menjadi fondasi utama dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Situasi ini juga berdampak pada cara perempuan mengambil keputusan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan keuangan keluarga. 

Rasa lelah, kekhawatiran berlebih, hingga overthinking dapat membuat perempuan kurang tenang dalam merencanakan masa depan. 

Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kesejahteraan keluarga dan lingkungan terdekat.

“Perempuan itu menghadapi banyak risiko, baik yang terlihat maupun yang sering kali tidak disadari,” ujarnya.

Tiga fondasi yang perlu dimiliki perempuan

Menurut Wieke, ada tiga fondasi utama yang menunjukkan kesiapan perempuan dalam menghadapi berbagai peran kehidupan. 

Fondasi pertama adalah kesehatan. Kondisi fisik yang terjaga dinilai menjadi dasar agar perempuan dapat beraktivitas, mengambil keputusan, dan menjalani tanggung jawab dengan lebih tenang.

“Dengan kondisi tubuh yang sehat, perempuan memiliki ruang untuk bergerak, berpikir, dan merencanakan masa depan dengan lebih baik,” ujar Wieke.

Fondasi kedua adalah menjadi perempuan yang terus mengisi diri dengan pengetahuan. Literasi dinilai penting karena perempuan memiliki peran strategis dalam membangun generasi, baik di lingkungan keluarga maupun sosial.

“Perempuan perlu terus belajar dan memperkaya literasi, termasuk melalui komunitas yang saling mendukung,” kata Wieke.

Fondasi ketiga adalah kesiapan menghadapi risiko kehidupan. Menurut Wieke, risiko akan selalu hadir, baik yang berkaitan dengan kesehatan, kondisi mental, maupun tantangan hidup lainnya. Karena itu, kesiapan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

“Kita tahu risiko dan masalah pasti ada di depan, sehingga perempuan perlu lebih siap dalam menghadapinya,” ujarnya.

Selain fondasi tersebut, Wieke juga menekankan pentingnya menjaga pikiran sebagai langkah awal. Ia menyoroti kecenderungan perempuan mengalami kekhawatiran berlebih yang berdampak pada kesehatan.

“Overthinking dan kecemasan bisa memicu keluhan fisik. Menjaga pikiran adalah langkah kecil yang penting,” tutur Wieke.

Menurutnya, mengurangi kekhawatiran dan mulai mengisi diri dengan hal-hal positif dapat membantu perempuan menjalani aktivitas dengan lebih ringan. Lingkungan yang mendukung, komunitas yang sehat, serta akses pada edukasi dinilai berperan besar dalam proses tersebut.

Kesiapan perempuan juga tidak terlepas dari kemampuan mengelola keuangan. Wieke menilai disiplin keuangan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko di masa depan.

“Prinsipnya sederhana, pengeluaran tidak boleh lebih besar dari pemasukan,” katanya.

Baca juga: Bersama KemenPPA, Lemonilo Gelar Pelatihan Memasak bagi Komunitas Perempuan Pesisir di Muara Angke

Ia menambahkan bahwa disiplin keuangan sebaiknya diterapkan sejak dini, termasuk dalam keluarga, agar menjadi kebiasaan yang berkelanjutan.

“Money management itu penting, supaya perempuan dan keluarga tidak terbiasa hidup lebih besar pasak daripada tiang,” ujar Wieke.

Melalui Indonesia Women Fest Go To Community: Momspiration Day , perempuan diajak untuk lebih sadar, lebih siap, dan lebih percaya diri menghadapi masa depan. Dengan bekal kesehatan, literasi, serta kesiapan mental dan finansial, perempuan diharapkan bisa melangkah dengan lebih tenang dalam menjalani berbagai peran kehidupan.

“Dengan kesiapan yang lebih baik, perempuan bisa menjalani berbagai peran dengan lebih percaya diri,” kata Wieke.

Baca juga: Risiko Demensia Meningkat pada Perempuan Menjelang Menopause

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas