Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pemilu 2014

Menwa Jayakarta: Golput Bentuk Terkikisnya Rasa Nasionalisme

Menwa Jayakarta, menggelar aksi simpatik jelang hari pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 9 April 2014.

Menwa Jayakarta: Golput Bentuk Terkikisnya Rasa Nasionalisme
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Warga dari komunitas Republik Aeng-aeng dan Pasoepati melakukan aksi damai di sekitar bundaran HI Jakarta Pusat, Minggu (6/4/2014). Aksi yang dilakukan dengan pembentangan poster ajakan pemilu bersih dan jujur ini dilakukan untuk menekan angka golput pada pemilu mendatang. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Danang Setiaji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Resimen mahasiswa (Menwa) Jayakarta, menggelar aksi simpatik jelang hari pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 9 April 2014.

Aksi yang diikuti puluhan anggota Menwa ini, dilakukan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia dan Balaikota DKI, Senin (7/4/2014).

Dalam aksinya, Menwa melakukan simulasi mencoblos surat suara. Aksi ini mendapat apresiasi para pengguna jalan.

Komandan Menwa Jayakarta Lukman Hakim mengatakan, Pemilu 2014 merupakan pintu gerbang untuk tercapainya kejayaan bangsa Indonesia.

"Berpartisipasi datang ke TPS dan memilih, merupakan panggilan jiwa sebagai warga negara yang mempunyai rasa kepedulian, empati bahkan memupuk dalam hati kita cinta terhadapa tanah air Indonesia," ujar Lukman.

Lukman menilai, golput atau tidak memilih saat pemilu, merupakan sikap anak bangsa yang tidak punya rasa kepedulian.

"Jika anak-anak muda yang potensial ini sudah tidak peduli, tidak punya rasa tanggungjawab terhadap bangsanya, ini merupakan indikator kemunduran suatu bangsa. Lebih dalamnya, sudah terkikis rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap Indonesia," ucapnya.

Ikuti kami di
Tags:
Menwa
Jakarta
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas