Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Temuan KIPP: Politik Uang Libatkan Kepala Desa

Modusnya: dengan menyelipkan uang dalam amplop berisi kartu nama caleg.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Temuan KIPP: Politik Uang Libatkan Kepala Desa
Tribunnews/JEPRIMA
Pejalan kaki melintas di depan mural pemilu di Jalan Gelora 1, Palmerah, Jakarta Selatan, Selasa (8/4/2014). Mural tersebut mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu yang jatuh pada 9 April 2014. (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia mengungkapkan temuan pihaknya mengenai pelanggaran pemilu yakni money politics alias politik uang di sejumlah daerah.

Wakil Sekretaris Jenderal KIPP, Jojo Rohi, mengatakan pelanggaran money politics tersebut ditemukan di daerah Jawa Timur, Sulawesi Barat, Sukoharjo, Klaten, Delanggu, Boyolali, Bandar Lampung, dan Ungaran. Modusnya: dengan menyelipkan uang dalam amplop berisi kartu nama caleg.

"Pembagian uang ini melibatkan kepala desa. Kepala desa bikin acara, massa yang datang dikasih amplop. Jumlahnya antara Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu," ujar Jojo di kawasan Kuningan, Selasa (8/4/2014).

Selain bentuk uang tunai, kata Jojo, money politics ini juga dalam bentuk bantuan pertanian atau perlengkapan musala. Ia menuturkan selain money politics, temuan pelanggaran lain yang ditemukan pihaknya adalah pelanggaran atribut kampanye.

"Banyak atribut kampanye yang belum dibersihkan. Ini ada dua kemungkinannya. Bisa Bawaslu yang kurang kinerjanya, dan parpol tidak punya itikad baik untuk membersihkan," imbuhnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas