Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Calon Presiden 2014

Tjahjo: Prabowo Tiru Doktrin Diplomasi SBY, Indonesia Bakal Dicemooh Dunia

Doktrin 'zero enemy one million friends' dalam hubungan internasionaal ini omong kosong, kita jadi bahan cemooh di seluruh dunia gara-gara doktrin ini

Tjahjo: Prabowo Tiru Doktrin Diplomasi SBY, Indonesia Bakal Dicemooh Dunia
Warta Kota/henry lopulalan
DEBAT CALON PRESIDEN - Capres nomor urut 1 Prabowo Subianto (baju batik) dan Capres nomor urut 2 Joko Widodo (batik) yang di moderator olehProfesor Hikmahanto Juwana dalam debat capres memasuki babak ketiga yang bertema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional di kemayoran , Jakarta Pusat, Minggu(22/6/2014) (Warta Kota/henry lopulalan) 

Tjahjo: Prabowo Tiru Doktrin Diplomasi SBY, Indonesia Bakal Dicemooh Dunia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Tim Pemenangan Pasangan Jokowi-Jusuf Kalla, Tjahjo Kumolo menilai sikap Prabowo Subianto yang malah memakai doktrin diplomasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) justru akan menjadikan Indonesia tidak dihargai oleh dunia internasional.

"Doktrin 'zero enemy one million friends' dalam hubungan internasionaal ini omong kosong, kita jadi bahan cemooh di seluruh dunia gara-gara doktrin ini," kata Tjahjo mengomentari pernyataan Prabowo dalam debat capres, di Jakarta, Minggu (22/6/2014) malam.

Dengan doktrin diplomasi seperti itu, kata Tjahjo, Indonesia dilecehkan tapi Presidennya dipuji-puji oleh negara lain karena membuat posisi Indonesia lemah jadi bisa gampang dikerjain.

Untuk itu, kata Tjahjo, sikap Jokowi sudah benar bahwa doktrin utama hubungan internasional adalah kepentingan nasional yang menjadi nomor satu.

"Kalau tidak menguntungkan gak usah ikut-ikut. Kalau berhubungan dengan negara lain, tadi dicontohkan Australia, yang nomor satu adalah kepentingan nasional. Bukannya kita ingin jadi good neighbour, kita mau berteman sebagai negara yang bersahabat tapi berdaulat di bidang politik luar negeri," tegasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Sugiyarto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas