Bagaimana Longsor Bisa Terjadi?
Secara ilmiah, longsor merupakan pergerakan massa tanah, batuan, atau material lain dari lereng yang kehilangan kestabilannya.
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Padahal, akar berperan besar menahan air sekaligus memperkuat struktur tanah. Ketika hutan terdegradasi, air hujan tidak lagi diserap optimal.
Alhasil, limpasan permukaan meningkat, erosi membesar, dan kestabilan lereng terganggu. Dalam situasi curah hujan ekstrem, kondisi tersebut dapat berubah menjadi rangkaian peristiwa yang berujung longsor maupun banjir bandang.
Dampak Longsor bagi Kehidupan Masyarakat dan Dunia Pendidikan
Ketika sebuah longsor terjadi, kerusakannya tidak hanya tampak pada lereng yang runtuh. Dampaknya merambat luas ke berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Dalam banyak kasus, longsor menjadi pemicu serangkaian masalah baru yang berlangsung berhari-hari bahkan berminggu-minggu setelah peristiwa utama.
Kerusakan fisik, terganggunya aktivitas harian, hingga berhentinya proses belajar mengajar merupakan rangkaian konsekuensi yang sering tidak terlihat dalam pemberitaan singkat.
Di balik dampak-dampak tersebut, ada satu sektor yang sering tidak menjadi sorotan awal padahal ikut terdampak besar yaitu pendidikan.
Ketika longsor melanda sebuah wilayah, sekolah menjadi salah satu bangunan yang paling rentan mengalami kerusakan, terutama jika letaknya berada di lereng atau dekat aliran sungai.
Beberapa sekolah terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar karena akses menuju gedung tidak lagi bisa dilewati.
Pada kasus tertentu, sekolah beralih fungsi menjadi tempat pengungsian sehingga kegiatan belajar harus ditunda sampai keadaan membaik.
Selain itu, distribusi bantuan pendidikan seperti buku, perlengkapan belajar, atau layanan psikososial bagi siswa sering terhambat oleh kondisi lapangan.
Pemahaman terhadap konsekuensi semacam ini menjadi penting, terutama untuk meningkatkan kesadaran bahwa mitigasi bencana bukan hanya urusan teknis, tetapi juga investasi untuk menjaga keberlangsungan pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat.
Apa yang Bisa Dilakukan Ketika Longsor Terjadi?
Longsor memang tidak selalu bisa dicegah, tetapi dampaknya dapat diminimalkan bila masyarakat memiliki kesiapsiagaan sejak awal. Pengetahuan mengenai tanda-tanda alam, pemahaman tentang kondisi lingkungan, hingga pengelolaan lahan yang tepat menjadi bekal penting yang dapat menyelamatkan nyawa.
Di wilayah rawan bencana seperti perbukitan, kawasan hutan, atau area sekitar sungai, kemampuan membaca gejala awal menjadi kunci utama mitigasi.
Salah satu langkah pertama yang perlu dilakukan masyarakat adalah mengenali tanda-tanda bahwa suatu lereng mulai tidak stabil. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain munculnya retakan pada tanah, pepohonan yang tampak miring, atau perubahan warna air sungai menjadi lebih keruh dari biasanya.
Dalam beberapa kasus, debit air yang tiba-tiba menurun justru bisa menandakan adanya sumbatan material longsor di hulu sungai.