Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Bagaimana Longsor Bisa Terjadi?

Secara ilmiah, longsor merupakan pergerakan massa tanah, batuan, atau material lain dari lereng yang kehilangan kestabilannya.

zoom-in Bagaimana Longsor Bisa Terjadi?
GO/Tribunnews.com
TERJADINYA LONGSOR - Bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra terjadi akibat kombinasi cuaca ekstrem, kondisi geospasial, dan kerusakan lingkungan yang saling memperkuat. Edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat dinilai sangat penting untuk mengenali tanda bahaya, meminimalkan risiko, dan melindungi keberlangsungan kehidupan serta pendidikan. 

Jika sumbatan ini jebol akibat hujan deras, banjir bandang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kemampuan membaca gejala-gejala sederhana ini dapat menjadi early warning yang sangat penting bagi keselamatan warga.

Selain mengenali tanda-tanda alam, perilaku sehari-hari masyarakat juga memegang peran besar. Menghindari aktivitas yang memperparah kerentanan lereng menjadi langkah mitigasi awal yang cukup efektif.

Misalnya, pembangunan rumah atau bangunan di bawah tebing yang rawan runtuhan material. Penempatan bangunan sebaiknya mempertimbangkan jarak aman dari lereng agar tidak terdampak jika terjadi pergeseran tanah.

Vegetasi pun memainkan peranan penting. Pohon dan semak di sekitar lereng berfungsi sebagai pengikat tanah melalui akar-akarnya.

Ketika pohon ditebang tanpa kontrol, tanah kehilangan penahan alaminya dan risiko longsor meningkat signifikan. Karena itu, menjaga vegetasi bahkan melakukan reboisasi menjadi bagian dari mitigasi jangka panjang.

Pada akhirnya, mitigasi bukan hanya soal langkah teknis, tetapi juga perubahan pola pikir. Ketika masyarakat menyadari bahwa tanda-tanda kecil di lingkungan bisa menjadi penanda bahaya, maka kesiapsiagaan akan lahir dengan sendirinya. Dan dari situlah, risiko bencana dapat ditekan sedini mungkin.

Pengetahuan yang Menyelamatkan

Bencana longsor selalu menyisakan luka, tetapi juga membawa pelajaran penting tentang bagaimana alam bekerja.

Rekomendasi Untuk Anda

Ketika kita memahami tanda-tandanya, maka risiko dapat ditekan dan langkah penyelamatan bisa dilakukan jauh lebih cepat. Pengetahuan inilah yang menjadi fondasi dari kesiapsiagaan.

Edukasi kebencanaan bukan lagi wawasan tambahan, melainkan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang tinggal di negara rawan bencana seperti Indonesia.

Dengan memahami bagaimana proses longsor terjadi dan apa saja yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi dampaknya, setiap orang memiliki kesempatan lebih besar untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungannya.

Bagi generasi muda, pengetahuan ini memiliki arti yang lebih luas. Mereka tidak hanya diharapkan tahu apa itu longsor, tetapi juga mampu bertindak bijak ketika tanda-tanda bahaya muncul.

Kepekaan terhadap lingkungan, kemauan untuk belajar, serta kesiapan mengikuti simulasi kebencanaan adalah langkah-langkah kecil yang dapat membawa perubahan besar.

Nilai-nilai ini akan membentuk kamu menjadi pribadi yang cerdas, berempati, dan memahami bahwa menjaga alam juga berarti menjaga keselamatan bersama.

Dalam situasi sulit seperti yang terjadi di Sumatra, dukungan moral kepada siapa pun yang sedang terdampak menjadi hal berharga.

Kepedulian kecil bisa memberi kekuatan besar bagi mereka yang sedang berjuang menghadapi kondisi yang tidak mudah.

Akhirnya, mari bertumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga peduli dan berempati.

Dengan kesadaran lingkungan dan literasi kebencanaan yang kuat, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih aman dan penuh kesiapan menghadapi berbagai tantangan alam. (*)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas