Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Evolusi E-sport dan Hadirnya The Champion Race

Ganesha Operation menggelar kompetisi The Champion Race, kompetisi e-sport pendidikan pertama di Indonesia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sri Juliati
zoom-in Evolusi E-sport dan Hadirnya The Champion Race
ISTIMEWA/GANESHA OPERATION/Ganesha Operation
THE CHAMPION RACE - Ganesha Operation menggelar kompetisi The Champion Race, kompetisi e-sport pendidikan pertama di Indonesia. 

Sementara itu, untuk melaju ke babak semifinal, peserta harus mencapai total 12.000 soal dengan akurasi minimal 75 persen, serta mencatatkan dua nilai sempurna dalam proses pengerjaannya. 

Ketentuan ini menunjukkan bahwa kompetisi dibangun di atas proses belajar yang konsisten sejak awal siswa bergabung.

Keunikan tersebut membedakan The Champion Race dari kompetisi e-sport pada umumnya. 

Fokus utama ajang ini bukan semata mencari pemenang, melainkan mendorong siswa untuk belajar secara berkelanjutan, berpikir cepat dan tepat, serta berkompetisi secara sehat dalam suasana yang menyenangkan. 

Inovasi ini pula yang mengantarkan Ganesha Operation meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai bimbingan belajar pertama yang menyelenggarakan e-sport pendidikan.

Masa Depan E-sport Pendidikan di Indonesia

Melihat perjalanan panjang e-sport, baik di tingkat global maupun nasional, arah perkembangannya kini semakin jelas. 

E-sport tidak lagi berdiri semata sebagai hiburan atau ajang kompetisi prestasi, tetapi mulai bergerak ke ranah yang lebih spesifik, yakni pendidikan. 

Rekomendasi Untuk Anda

Tantangan ke depan bukan sekadar memperbanyak turnamen, melainkan menghadirkan model e-sport yang sehat, terarah, dan memberi dampak positif bagi tumbuh kembang pelajar.

Model e-sport pendidikan dari Ganesha Operation menawarkan pendekatan baru dalam dunia belajar. 

Kompetisi dikemas untuk mendorong siswa berpikir cepat, fokus, disiplin, dan mampu mengelola tekanan, tanpa meninggalkan esensi pembelajaran itu sendiri. 

Dalam konteks ini, e-sport tidak bertentangan dengan pendidikan, justru dapat menjadi sarana pendukung pembentukan karakter dan prestasi akademik jika dirancang dengan tepat.

The Champion Race menjadi salah satu contoh nyata dari arah baru tersebut. Keberlanjutan kompetisi ini menunjukkan bahwa e-sport pendidikan bukan sekadar konsep sesaat. 

Pada Sabtu, 13 Desember 2025, babak penyisihan kedua The Champion Race 2026 berhasil digelar oleh Ganesha Operation dan diikuti oleh siswa dari berbagai daerah di Indonesia. 

Para peserta yang lolos melaju ke semifinal, sementara siswa lainnya masih memiliki kesempatan melalui babak penyisihan berikutnya, yang dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026.

Skema berjenjang yang diterapkan, dengan persyaratan capaian pengerjaan dan ketepatan soal, menegaskan bahwa kompetisi ini menempatkan proses belajar sebagai fondasi utama. 

Dengan pendekatan tersebut, The Champion Race tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga ruang belajar kompetitif yang mendorong siswa terus berkembang. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas