Ini Perbedaan Sinonim dan Antonim agar Tidak Terjebak Saat Menjawab Soal
Soal sinonim-antonim terlihat mudah, tapi sering menjebak. Sudah yakin jawabanmu benar? Simak trik cepat agar tak tertukar!
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Perhatikan kalimat berikut!
Bapak Ahmad dikenal sebagai orang yang sangat dermawan karena sering membantu warga sekitar yang kurang mampu.
Antonim kata dermawan pada kalimat tersebut adalah:
(A) sombong
(B) acuh
(C) kikir
(D) pemurah
Sekilas, soal seperti ini tampak sangat mudah. Bahkan, tidak sedikit yang langsung merasa yakin dengan jawabannya hanya dengan sekali baca.
Namun, justru di situlah letak jebakannya. Pilihan katanya terlihat sederhana dan familiar, tetapi bisa membuat ragu karena beberapa opsi jawaban terasa "masuk akal".
Soal ini sering menjadi contoh bagaimana sebuah pertanyaan yang dianggap aman ternyata bisa menjebak.
Kita merasa sudah menemukan jawaban yang tepat, padahal jika dicermati kembali, maknanya tidak sesuai dengan yang diminta soal. Akhirnya, jawaban yang dipilih justru melenceng dari ekspektasi.
Masalah seperti ini biasanya muncul dari hal yang paling dasar. Tidak jarang, kita lupa benar-benar memahami perbedaan antara sinonim dan antonim.
Keduanya terdengar mirip, sering dipakai bersamaan, dan akhirnya tertukar begitu saja saat mengerjakan soal.
Karena itu, sebelum melangkah lebih jauh, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan antonim dan sinonim agar tidak terjebak oleh soal yang terlihat sepele.
Baca juga: Kupas Tuntas Fakultas Teknik Undip, Ganesha Operation Gelar Webinar Interaktif Pengenalan PTN
Memahami Maksud Soal Sinonim dan Antonim
Pernah diminta mencari kata yang searti? Atau justru diminta menentukan kata yang maknanya berlawanan?
Dua jenis soal ini sering muncul dan terlihat sederhana. Namun, jika tidak dicermati dengan baik, keduanya justru bisa membingungkan.
Karena itu, sebelum menjawab soal, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan sinonim dan antonim agar arah jawaban tidak keliru.
Sinonim adalah kata yang memiliki makna sama atau hampir sama dengan kata lain. Sinonim sering disebut sebagai persamaan kata.
Contohnya, kata pandai memiliki makna yang mirip dengan cerdas, dan gembira dapat disamakan dengan senang.
Penggunaan sinonim membantu kita menyampaikan gagasan yang sama tanpa harus mengulang kata yang itu-itu saja, sehingga bahasa terasa lebih bervariasi.