Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Aktivitas Sesar Lembang: Ancaman Diam yang Terbukti Aktif

Sesar Lembang dipastikan aktif dan terus akumulasi energi. Ancaman gempa besar nyata, kesiapsiagaan jadi kunci keselamatan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sri Juliati
zoom-in Aktivitas Sesar Lembang: Ancaman Diam yang Terbukti Aktif
HO/IST/GANESHA OPERATION
ILUSTRASI SESAR LEMBANG - Sesar Lembang termasuk tipe sesar geser-mendatar (strike-slip) dengan komponen naik (oblique). Sesar Lembang dipastikan aktif dan terus akumulasi energi. Ancaman gempa besar nyata, kesiapsiagaan jadi kunci keselamatan. 

Peningkatan tegangan sebelum gempa dapat membuka celah-celah mikro (mikro-crack) pada batuan, memungkinkan gas Radon yang terperangkap keluar dan terdeteksi di permukaan air tanah atau tanah. 

Fenomena ini kadang-kadang dipantau sebagai salah satu indikator potensial aktivitas sesar.

Menurut Penelitian geokimia Dr. Ir. Iyan Haryanto, M.T, kadar gas Radon di sekitar Sesar Lembang lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya seperti Maribaya.

Lembang memiliki banyak mata air dan kawasan karst yang sensitif terhadap gangguan bawah tanah. 

Variasi berubahan mendadak juga terjadi pada: pH, konduktivitas listrik, kadar ion bikarbonat, suhu air dan dapat menunjukkan perubahan sirkulasi air akibat aktivitas sesar. 

Catatan geokimia jangka panjang memperlihatkan fluktuasi yang konsisten dengan relaksasi dan penegangan kerak.

Kajian Geohayati (biologi)

Aktivitas sesar juga memiliki jejak biologis meskipun tampak tidak langsung. 

Rekomendasi Untuk Anda

Vegetasi di atas sesar sering menunjukkan pola tertentu: 

  1. Pohon tumbuh tidak simetris akibat pergeseran permukaan tanah. 
  2. Zona depresi tanah (sagging) memungkinkan genangan yang memengaruhi komposisi tumbuhan. 
  3. Perubahan kelembapan tanah akibat retakan mempengaruhi distribusi akar. 

Studi di sekitar jalur Sesar Lembang menunjukkan perbedaan komposisi dan kesehatan vegetasi di jalur patahan dibanding area sekitarnya. 

Selain itu, banyak hewan peka terhadap walaupun bukan alat prediksi ilmiah gempa. Namun, belum ada penelitian yang mengaitkan perilaku hewan dengan tanda-tanda ini adanya perubahan lingkungan akibat aktivitas sesar.

Bukti-bukti ilmiah, mulai dari gawir sesar, data pergeseran GPS yang real-time, sinyal mikro-seismisitas, hingga temuan parit paleoseismologi, kajian geokimia telah secara definitif mengonfirmasi bahwa Sesar Lembang adalah struktur aktif yang berpotensi menimbulkan gempa kuat.

Artikel ini bukan menyebar kepanikan, tapi kita saat ini harus fokus bergeser dari "apakah akan terjadi" menjadi "bagaimana kita bersiap". 

Mengingat periode ulang gempa besar bisa mencapai ratusan tahun, penting untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara evakuasi, membangun struktur yang aman, dan mengenali risiko di sekitar tempat tinggal. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas