UTBK Selesai, Tapi Pikiran Belum Tenang?
UTBK-SNBT 2026 memang telah usai, tetapi bagi banyak siswa perjuangan belum benar-benar selesai. Lalu, bagaimana cara mengelola stres?
Editor:
Garudea Prabawati
Selama masa persiapan ujian, banyak siswa mengorbankan waktu tidur demi belajar.
Setelah ujian selesai, tubuh membutuhkan waktu untuk pulih dari tekanan tersebut.
Tidur yang cukup dapat membantu menstabilkan suasana hati sekaligus memulihkan energi fisik dan mental.
- Lakukan aktivitas produktif yang menyenangkan
Gunakan waktu luang untuk melakukan hal yang sempat tertunda selama masa belajar, seperti berolahraga, membaca buku nonpelajaran, menonton film, menekuni hobi, atau mencoba aktivitas baru.
Hal ini dapat membantu pikiran lebih rileks dan tidak terus terfokus pada hasil pengumuman.
- Ceritakan kecemasan kepada orang terpercaya
Jika rasa cemas terasa berat, siswa bisa berbicara dengan orang tua, guru, teman dekat, atau mentor belajar.
Terkadang, berbagi cerita dapat membantu seseorang merasa lebih tenang dan melihat situasi dengan sudut pandang yang lebih jernih.
Jangan Berhenti Belajar, Ujian Mandiri Masih Ada
Mempersiapkan diri untuk jalur mandiri bukan berarti seseorang pesimis tidak lolos SNBT.
Justru, siswa bisa mulai menyusun strategi belajar kembali, baik secara mandiri maupun melalui bantuan bimbel, agar peluang lolos di jalur berikutnya tetap terbuka.
Sebagai informasi, jalur mandiri merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan secara independen oleh masing-masing perguruan tinggi negeri (PTN).
Berbeda dengan SNBP dan SNBT yang dikelola secara nasional, jalur ini memberikan kesempatan tambahan bagi calon mahasiswa yang belum berhasil lolos melalui jalur seleksi nasional.
Setiap kampus memiliki mekanisme seleksi yang berbeda-beda.
Karena itu, persiapan ujian mandiri perlu dilakukan sejak dini agar siswa bisa menyesuaikan strategi belajar dengan sistem seleksi kampus tujuan.
Ada perguruan tinggi yang membuka jalur mandiri tanpa tes dan menilai berdasarkan prestasi akademik maupun non-akademik.
Ada pula kampus yang tetap mewajibkan peserta mengikuti ujian tulis atau tes berbasis komputer yang dirancang secara mandiri.
Baca tanpa iklan