Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tingkatkan Angka Literasi, Perpusnas Gandeng Coca-Cola Hadirkan Perpuseru

Program ini mengadakan komputer serta pelatihan SDM di 104 kabupaten dan desa di 16 provinsi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ria anatasia
zoom-in Tingkatkan Angka Literasi, Perpusnas Gandeng Coca-Cola Hadirkan Perpuseru
Ria Anastasia/Tribunnews.com
(kiri-kanan) petani asal Desa Kelor Anjar Priyanto, CEO Coca Cola Foundation Titie Sandarini, Tasya Kamila, dan Deputi Bidang Pemasaran Sumber Daya Perustakaan Wodo Titi Haryanti di Festival Lapak PerpuSeru di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (28/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Literasi atau kemampuan dalam mengolah informasi memegang peranan penting guna mewujudkan sumber daya manusia berkualitas dan kompeten.

Dalam upaya meningkatkan literasi masyarakat Indonesia, pemerintah melalui Perpustakaan Nasional (Perpusnas) bekerja sama dengan Coca-Cola Foundation meghadirkan program PerpuSeru yang berbasis teknologi, informasi, dan komunikasi.

Program ini mewujudkan pengadaan komputer serta pelatihan SDM di 104 kabupaten dan desa di 16 provinsi.

"Misinya bagaimana masyarakat punya kehidupan dan produktivitas lebih baik dengar cara cari informasi dan belajar. Indonesia punya perpustakaan sampai pelosok gimana kita manfaatkan aset ini agar efektif," kata CEO Coca Cola Foundation, Titie Sardani di Festival Lapak PerpuSeru di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (28/9/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Anjar Priyanto, petani muda dari Desa Kelor, Kabupaten Gunung Kidul mengatakan, peningkatan kualitas perpustakaan telah memberi manfaat bagi masyarakat desanya.

"Jadi ada kelompok pemuda tani di dusun saya. Saya tanam cabe, terong dan bawang merah. Kebetulan di perpus ada buku dan info di internet, kita pelajari dan praktikan. Alhamdulillah dari baca buku hasil panen meningkat," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Titie menjelaskan, program ini ingin menyamaratakan angka literasi di tanah air. Sekitar 14 juta masyarakat, lanjutnya, telah mendapat akses layanan perpustakaan yang disertai internet ini.

"Tak cuma baca, ada kegiatan-kegitan pelatihan untuk tingkatkan kualitas sumber daya manusia dan bisa beri dampak kemandirian sosial ekonomi ke mereka," kata dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas