Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Soal Rektor Asing, Guru Besar UI: Pemerintah Belum Satu Suara

Presiden ingin mendatangkan Rektor dari luar negeri untuk meningkaktkan peringkat universitas negeri di Indonesia menjadi 100 besar dunia

Soal Rektor Asing, Guru Besar UI: Pemerintah Belum Satu Suara
ist
Hikmahanto Juwana 

"Bila setiap pejabat mempunyai suaranya sendiri hal ini menandakan pemerintah sebenarnya belum siap dengan kebijakan mendatangkan Rektor asal luar negeri meski menurut Menristekdikti hal ini sudah diungkap oleh Presiden pada tahun 2016 lalu," tegasnya.

KSP: Rektor Asing Dimulai Dari Perguruan Tinggi Swasta
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, tujuan mendatangkan rektor asing yaitu untuk membangun iklim kompetitif di setiap perguruan tinggi di Indonesia.

"Begini, dalam konteks rektor asing itu yang perlu dipahami adalah bagaimana pemerintah ingin membangun competitiveness itu. Jangan dilihat asingnya, jangan. Tetapi kalau kita ingin membangun kompetisi, perlu ada challenging, perlu ada tantangan," kata Moeldoko, usai memberi kuliah umum kepada mahasiswa baru di Kampus C, Unair, Surabaya, Sabtu (10/8/2019).

Moeldoko mengatakan peran rektor asing tersebut akan lebih dulu diterapkan di perguruan tinggi swasta.

Baca: Seekor Harimau Memasuki Ladang Minyak Perusahaan Swasta

"Saya sudah diskusi dengan Pak Menristekdikti (Mohamad Nasir). Nanti akan diawali oleh perguruan tinggi swasta. Dicoba dulu, secepatnya," kata Moeldoko, usai memberi kuliah umum kepada mahasiswa baru di Kampus C, Unair, Surabaya, Sabtu (10/8/2019).

Meski demikian, Moeldoko tidak menjelaskan secara detail mengenai alasan pemerintah memilih perguruan tinggi swasta untuk dipimpin rektor asing.

Ia memahami masih terdapat pro kontra mengenai kebijakan tersebut. Karena itu, pemerintah tetap mendengarkan aspirasi dari para rektor, termasuk rektor-rektor yang cenderung menolak kebijakan tersebut.

"Tetap, tetap kita dengerinlah (aspirasi rektor). Para punggawa itu pasti didengerin. Tapi sekali lagi, yang ingin dibangun Pak Jokowi itu competitiveness, iklim yang kompetitif," kata dia.

Soal adanya sejumlah rektor yang menolak dan kerap mengkritisi kebijakan mendatangkan rektor asing, Moeldoko menganggap hal itu sebagai kewajaran.

Pada saatnya nanti, kata dia, para rektor akan bisa memahami dan menerima tujuan baik pemerintah. Sebab, tujuan dari kebijakan itu adalah untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi yang mampu bersaing secara internasional.

Halaman
123
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas