Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Politisi PDIP: Sekolah di Zona Kuning, Oranye dan Merah Butuh Panduan Mendesak

Beberapa sekolah di zona hijau dinilai memerlukan panduan, lantaran belum mampu melaksanakan pendidikan tatap muka.

Politisi PDIP: Sekolah di Zona Kuning, Oranye dan Merah Butuh Panduan Mendesak
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas pendaftaran menggunakan face shield saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 60, Jakarta, Kamis (11/6/2020). PPDB di DKI Jakarta resmi dibuka hari ini dan beberapa sekolah menerapkan protokol kesehatan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pariera angkat bicara perihal surat keputusan bersama (SKB) empat menteri terkait pembukaan sekolah di zona hijau.

Meski setuju dengan ketatnya persyaratan pembukaan sekolah di zona hijau, Andreas menilai lebih dibutuhkan panduan bagi sekolah di zona lainnya.

"Justru yang lebih dibutuhkan saat ini setelah ada keputusan SKB adalah panduan dan dukungan pemerintah yang lebih kongkrit untuk sekolah di zona kuning, oranye dan merah," ujar Andreas, ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (16/6/2020).

Sekolah-sekolah di zona tersebut serta beberapa sekolah di zona hijau dinilai memerlukan panduan, lantaran belum mampu melaksanakan pendidikan tatap muka dan memutuskan tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

Baca: Wajah Pilot Jet Tempur TNI AU yang Jatuh di Riau Diolesi Salep

Panduan juga diperlukan karena kelompok sekolah selain di zona hijau merupakan yang terbanyak. Andreas mencatat lebih dari 90 persen yang masih akan melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

Baca: Sekolah di Zona Hijau Boleh Buka, Hanya Berlaku untuk SMP dan SMA

"Karena sebenarnya kelompok sekolah inilah yang terbanyak, lebih dari 90 persen yang masih akan melaksanakan tahun ajaran 2020 melalui pembelajaran jarak jauh," kata dia.

Politikus PDIP tersebut menegaskan masih banyak keluhan perihal pembelajaran jarak jauh yang menghambat para siswa untuk mengenyam pendidikan.

Baca: Sekolah di Pulau Jawa Belum Boleh Buka karena Tidak Ada yang Berada dalam Zona Hijau

"Banyak keluhan selama ini menyangkut dukungan infra struktur koneksi (signal), dukungan perangkat software untuk guru dan siswa, serta panduan kurikulum dan dukungan pemanfaatan finansial melalui dana-dana pendidikan harus lebih diperjelas. Sehingga sekolah-sekolah yang melaksanakan pendidikan jarak jauh bisa melaksanakan dengan lebih nyaman," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas