Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

PJJ dan Pengaruhnya Terhadap Psikologi Anak Jelang Ujian Sekolah

Bagi anak yang cepat atau mudah beradaptasi, PJJ mungkin bukan sebuah masalah. Namun tidak demikian bagi anak yang sulit atau tidak cepat beradaptasi.

PJJ dan Pengaruhnya Terhadap Psikologi Anak Jelang Ujian Sekolah
istimewa
Ilustrasi Pembelajaran jarak jauh 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Salah satu hal yang dikemukakan oleh Kemendikbud terkait dampak dari pembelajaran jarak jauh (PJJ) adalah adanya tekanan psikologis pada anak.

Dimana, itu bisa berupa stres lantaran minimnya interaksi dengan guru, teman dan lingkungan, bisa juga dikarenakan tekanan akibat sulitnya pembelajaran jarak jauh itu sendiri.

Bagi anak yang cepat atau mudah beradaptasi, PJJ mungkin bukan sebuah masalah. Namun tidak demikian bagi anak yang sulit atau tidak cepat beradaptasi.

Alih-alih efektif, PJJ justru dapat mendatangkan tekanan. Terlebih saat menghadapi ujian.

Ya, ketidaksiapan menghadapi ujian tak dimungkiri dapat menjadi pemicu stres lainnya pada anak.

Bukan saja membuat anak kurang termotivasi belajar, ada juga yang stres karena memiliki target yang tinggi tetapi bingung untuk mencapainya karena tidak ada guru yang mendampingi secara fisik.

Psikolog Intan Erlita MPsi, dalam acara PODCAST Telset TV.
Psikolog Intan Erlita MPsi, dalam acara PODCAST Telset TV. (Istimewa)

Lantas, bagaimana caranya agar psikologi anak tetap stabil/terjaga selama pembelajaran jarak jauh? Termasuk juga menjaga agar tetap stabil menjelang ujian sekolah?

Tentu bukan perkara mudah. Karena bagaimanapun ada begitu banyak perbedaan yang harus dihadapi antara sebelum dan selama pandemi.

Sebagai contoh, jika sebelum pandemi dulu pembelajaran 100 persen dilakukan di sekolah. Dimana siswa memiliki atau membentuk pola belajar yang umumnya sama.

Misalnya belajar berkelompok, belajar dengan teman sebaya, mandiri, atau dengan guru sebagai fasilitator yang dapat memantau maksimal pembelajaran siswa.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Hendra Gunawan
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas