Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mendikbud Nadiem Tekankan Pentingnya Anak Muda Belajar Mencintai Belajar

Nadiem Makarim mengatakan ada sejumlah hal yang penting dimiliki oleh anak-anak muda zaman sekarang dalam menghadapi perubahan teknologi dan lingkunga

Mendikbud Nadiem Tekankan Pentingnya Anak Muda Belajar Mencintai Belajar
screenshot
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan ada sejumlah hal yang penting dimiliki oleh anak-anak muda zaman sekarang dalam menghadapi perubahan teknologi dan lingkungan. 

Hal ini diungkapkan Nadiem saat menjadi salah satu pembicara dalam diskusi yang digelar Golkar Institute bertajuk 'Technological and Enviroment Change, and the Role of Youth in Indonesia's New Development Approach', Senin (5/4/2021). 

Awalnya Nadiem menekankan anak-anak muda saat ini harus beradaptasi dan memiliki kemampuan menjadi pembelajar sepanjang hayatnya. 

"Jadinya anak-anak kita sekarang punya ekspektasi, kalau saya sudah dapat sarjana, ya udah saya masuk karir, terus bakal dapat kerjaan. Itu adalah asumsi yang sangat salah. Anak-anak sekarang harus belajar mencintai belajar," ujar Nadiem, secara daring, Senin (5/4/2021). 

Menurutnya belajar menjadi hal yang masih memiliki keterkaitan dengan budaya membaca. Sebab jika tidak bisa belajar melalui program formal maka membaca menjadi salah satu jalan anak-anak mempelajari sesuatu. 

"Kalau anak-anak kita tidak punya budaya membaca, nomor satu kan belajar itu dari buku, membaca. Kedua itu belajar dari manusia lain, mentorship, webinar atau workshop atau di sekolah formal. Kalau dia tidak punya budaya membaca dan tidak mengedukasi dirinya secara mandiri itu bahaya luar biasa," kata dia. 

Baca juga: Nadiem: Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Tidak Perlu Menunggu Juli 2021

"Jadi kalau adik-adik sampai sekarang ini belum biasa membaca buku, misal satu buku setiap beberapa minggu, atau beberapa buku per bulan, ini merupakan suatu pola yang harus segera berubah," imbuh Nadiem. 

Selain itu, Nadiem menekankan pentingnya kemampuan kolaborasi dan bekerja dalam tim dalam perubahan disrupsi teknologi ini. 

Anak-anak muda dinilai Nadiem harus bisa berkolaborasi dengan sesama rekannya bagaimana mengerjakan sesuatu untuk mencapai goal bersama.

Menurutnya itu jauh lebih penting daripada anak-anak melakukan pendalaman akademis yang sangat mendalam.

Penting juga, kata Nadiem,  untuk menyadari bahwa dari semua kompetensi yang sangat penting bagi anak muda adalah fokus untuk mencicipi berbagai macam disiplin. Sebab value di pasar untuk multidiciplinary skill itu sangat penting. 

"Karena inovasi itu hanya bisa terjadi kalau kita bisa mengerti perspektif, nggak harus menjadi pakar di semua bidang tapi kita harus bisa mengerti perspektif," ujarnya. 

"Jadi rekomendasi saya buat anak muda adalah untuk mencicipi berbagai macam disiplin yang berbeda. Untuk berinteraksi dengan banyak orang di luar sektornya dia, sebanyak mungkin. Karena itu luar biasa multidiciplinary knowledge itu akan menjadi value yang sangat penting," tandasnya. 

Ikuti kami di
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas