Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kemenko PMK: Pendekatan Pendidikan Karakter Tiap Generasi Berbeda

Kelompok masyarakat yang paling dominan di Indonesia saat ini adalah generasi Z yang lahir dalam rentang 1997-2012.

Kemenko PMK: Pendekatan Pendidikan Karakter Tiap Generasi Berbeda
Istimewa
Bocah-bocah generasi Z 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK Agus Sartono mengatakan pendekatan dalam pemberian pendidikan karakter tiap generasi berbeda-beda.

Agus mengungkapkan tiap generasi masyarakat memiliki klasifikasi tersendiri.

"Apa makna dari klasifikasi, tentunya Ini memberikan pesan kepada kita bahwa treatmen pendidikan kalau bicara pendidikan. karakter," ujar Agus dalam webinar Pendidikan Indonesia untuk Masa Depan Bangsa dan Kemanusiaan, Rabu (2/6/2021).

Kelompok masyarakat yang paling dominan di Indonesia saat ini adalah generasi Z yang lahir dalam rentang 1997-2012.

Selanjutnya, kelompok lain yang mendominasi adalah generasi Milenial yang lahir pada tahun 1981-1996. Kemudian generasi X Baby Boomer yang berumur lebih tua.

Klasifikasi ini, menurut Agus, menunjukan perbedaan pendekatan yang digunakan dalam penanaman pendidikan karakter.

Pendekatan yang digunakan oleh generasi terdahulu, kata Agus, tidak bisa digunakan untuk generasi saat ini.

Baca juga: Kemenko PMK: Kampanye Setop Merokok Harus Menyasar Semua Generasi

"Maka treatmentnya akan berbeda untuk masing-masing generasi. Kita tidak bisa lagi menggunakan pendekatan sebagaimana pernah dialami oleh saya," ucap Agus.

Menurutnya, perdebaan pendekatan ini memberikan tantangan tersendiri dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Dirinya menekankan pentingnya penanaman nilai karakter bagi generasi yang akan menjadi penerus. Mengingat Indonesia akan menghadapi puncak bonus demografi pada tahun 2045.

"Maka memang tantangan kita memastikan sumber daya manusia kita, itu punya kualitas yang baik," pungkas Agus.

Ikuti kami di
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas