Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

FSGI Dukung Pemda Buka Sekolah di Wilayah Pelosok

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendorong pemerintah pusat tidak memberlakukan kebijakan seragam terkait pembukaan sekolah.

FSGI Dukung Pemda Buka Sekolah di Wilayah Pelosok
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Siswa dan guru mengikuti Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SD Negeri Cimahi Mandiri 2, Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (25/5/2021). Dinas Pendidikan Kota Cimahi menggelar simulasi pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan di 27 PAUD/TK, 102 SD, dan 38 SMP sebagai persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada 19 Juli 2021 mendatang. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendorong pemerintah pusat tidak memberlakukan kebijakan seragam terkait pembukaan sekolah.

Sekjen FSGI Heru Purnomo menyatakan dukungan terhadap Pemerintah Daerah yang membuka sekolah tatap muka di pulau-pulau kecil atau wilayah-wilayah pelosok.

"Namun tetap menerapkan protokol kesehatan dan siswa yang masuk hanya 50 persen," ucap Heru dalam webinar yang digelar FSGI, Senin (7/6/2020).

Baca juga: Sinyal Internet Jadi Kendala Utama PJJ, Guru di Wonosobo Dukung Nadiem Makarim Gelar PTM

Apalagi di wilayah-wilayah pelosok tersebut memiliki kendala besar dalam melaksanakan PJJ secara daring.

Sehingga kebijakan membuka atau tidak di Indonesia, menurut Heru, tidak bisa diseragamkan.

Baca juga: Kemendikbud Riset Ungkap Cara Agar Guru Dapat Hasil Assesmen Murid Secara Valid Selama PJJ

Selain itu, FSGI mendorong kebijakan BDR atau PJJ harus diperbaiki agar dapat melayani semua anak dan mengatasi turunnya kualitas pendidikan.

"Selama pandemi, sekolah harus menerapkan PJJ dan PTM secara bergiliran, oleh karena itu Pemerintah tidak boleh berhenti mengevaluasi dan memperbaiki PJJ," ucap Heru.

Heru mengatakan FSGI juga mendorong PTM diselenggarakan dengan mengedepankan pembahasan pada materi-materi yang sulit dan sangat sulit di seluruh mata pelajaran.

Selain juga mengutamakan materi praktik yang sulit didaringkan.

Ikuti kami di
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas