Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kemendikbudristek Lakukan Survei, Ukur Aspek Prakondisi Pembelajaran di Sekolah

Survei ini terdiri dari beberapa bagian yang mengukur aspek-aspek dari sekolah sebagai lingkungan pendukung terjadinya pembelajaran.

Kemendikbudristek Lakukan Survei, Ukur Aspek Prakondisi Pembelajaran di Sekolah
Istimewa
Sekolah Tatap Muka di Jateng, Orang Tua Disarankan Antar Siswa Pakai Kendaraan Pribadi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COPM, JAKARTA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sedang menjalankan Survei Lingkungan Belajar terhadap guru-guru dan kepala sekolah di Program Sekolah Penggerak.

Bersama Asesmen Kompetensi Miminum (AKM) Literasi dan Numerasi dan Survei Karakter, Survei Lingkungan Belajar adalah salah satu bagian Asesmen Nasional yang merupakan Episode Pertama Program Merdeka Belajar yang diluncurkan tahun 2019.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Kabalitbangbuk) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, menjelaskan survei ini terdiri dari beberapa bagian yang mengukur aspek-aspek dari sekolah sebagai lingkungan pendukung terjadinya pembelajaran.

Bagian tersebut terdiri dari aspek yang secara langsung berkaitan dengan pembelajaran seperti fasilitas belajar, praktik pengajaran, refleksi guru, dan kepemimpinan kepala sekolah.

Survei juga mengukur aspek yang menjadi prakondisi bagi pembelajaran seperti iklim kebinekaan sekolah dan keamanan sekolah.

Baca juga: Program HBCC Dorong Kesadaran Praktik 3M di Sekolah

"Bagaimana bisa belajar dengan baik kalau merasa takut atau tidak nyaman? Untuk itu kita perlu mengetahui bagaimana kondisinya supaya sekolah bisa melakukan refleksi dan perbaikan," ucap Kabalitbangbuk dalam Bincang Pendidikan Persiapan Asesmen Nasional di Jakarta, Selasa, (27/7/2021).

Iklim kebhinekaan yang baik, kata dia, mencerminkan penerimaan dan dukungan terhadap hak-hak semua warga sekolah, terlepas dari latar belakang gender, sosial-ekonomi, budaya, politik, agama, maupun kondisi fisik.

Rasa diterima dan didukung tanpa diskriminasi ini menjadi prakondisi bagi pembelajaran yang berkualitas.

Suasana pembelajaran tatap muka di satu kelas di SD Negeri Simbangdesa 1 Tulis, Kabupaten Batang, Selasa (9/3/2021). Pemkab Batang mulai membuka sekolah tatap muka di SD dan SMP di 13 kecamatan berstatus zona hijau kasus Covid-19.
Suasana pembelajaran tatap muka di satu kelas di SD Negeri Simbangdesa 1 Tulis, Kabupaten Batang, Selasa (9/3/2021). Pemkab Batang mulai membuka sekolah tatap muka di SD dan SMP di 13 kecamatan berstatus zona hijau kasus Covid-19. (TribunBanyumas.com/dina indriani)

Selain mengukur iklim kebhinekaan, survei juga mengukur iklim keamanan sekolah. Rasa aman di sekolah juga merupakan prasyarat bagi terjadinya proses pembelajaran.

Halaman
12
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas