Tribun

Materi Sekolah

Paruh Burung: Macam-macam Bentuk Paruh Burung dan Fungsinya

Berikut ini pembahasan mengenai macam-macam bentuk paruh burung lengkap beserta fungsinya.

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
zoom-in Paruh Burung: Macam-macam Bentuk Paruh Burung dan Fungsinya
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Siswa Darul Hikam memberikan pakan kepada burung kakatua seusai penyerahan bantuan pakan di Bandung Zoological Garden (Kebun Binatang Bandung), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/6/2020). Kegiatan penyaluran bantuan pakan bertajuk Siswa Darul Hikam Peduli Hewan itu sebagai bentuk kepedulian Lazis Darul Hikam terhadap kelangsungan hidup binatang yang ikut terkena imbas adanya virus corona (Covid-19). Bantuan yang disalurkan di antaranya yaitu daging ayam, daging sapi, apel, wortel, kangkung, pepaya, pisang, ubi, kacang panjang, kol, dan lain sebagainya. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

TRIBUNNEWS.COM - Burung memiliki bentuk paruh yang beragam dan memiliki fungsinya masing-masing.

Perbedaan paruh burung merupakan salah satu bentuk adaptasi hewan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Paruh burung berfungsi untuk mengambil makanan yang sesuai dengan jenis makanannya.

Baca juga: Ciri-ciri Katak, Hewan Amfibi yang Memiliki Mata Menonjol

Baca juga: Adaptasi Tumbuhan: Pengertian, Macam-macam Adaptasi Tumbuhan, Lengkap Beserta Contohnya

Berikut ini macam-macam bentuk paruh burung dan fungsinya:

1. Paruh Burung Melengkung dan Tajam

Bentuk paruh burung pemakan daging biasanya melengkung dan tajam.

Selain itu, paruh burung pemakan daging ini juga kuat.

Bentuk paruh burung yang melengkung dan tajam membuat burung pemakan daging mudah merobek atau mengoyak daging yang akan dimakannya.

Contoh burung yang memiliki bentuk paruh melengkung dan tajam ini misalnya burung elang, burung bangkai, dan burung hantu.

Seekor elang Jawa di salah satu kandang di Pusat Konservasi Elang Kamojang, Jalan Raya Kamojang, Kampung Citepus, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Sabtu (21/10/2017). Pusat konservasi yang beroperasi mulai akhir 2014 itu, hingga Oktober ini telah menampung lebih dari 100 ekor elang berbagai jenis dari serahan masyarakat dan sitaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), dan sudah dilepasliarkan sebanyak 22 ekor. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Seekor elang Jawa di salah satu kandang di Pusat Konservasi Elang Kamojang, Jalan Raya Kamojang, Kampung Citepus, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Sabtu (21/10/2017). (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) (TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

2. Paruh Burung Runcing, Agak Panjang, dan Kecil

Paruh burung runcing yang agak panjang dan kecil biasanya dimiliki burung pemakan serangga.

Paruh seperti itu bisa digunakan untuk menangkap serangga yang ada di dalam lubang pohon atau tanah.

Burung kolibri juga mempunyai paruh panjang dan kecil, tetapi burung ini memakan nektar, bukan serangga.

Baca juga: Cara Kucing Berkembang Biak Beserta Faktor Pertumbuhan Kucing

Baca juga: Contoh Tumbuhan Berduri dan Menghasilkan Getah

3. Paruh Burung Melengkung

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas