Tribun

Terapkan Prokes Ketat, Layanan Les Bahasa Inggris Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Keputusan dimulainya pembelajaran tatap muka ini dilaksanakan berdasarkan beberapa pertimbangan seperti zona area sekolah atau center

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Terapkan Prokes Ketat, Layanan Les Bahasa Inggris Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka
Dong-a Ilbo / AFP
ILUSTRASI. Jelang pembelajaran tatap muka, pekerja mengenakan alat pelindung menyemprotkan disinfektan di sebuah kelas di sekolah menengah di Seoul pada Rabu (17/11/2021). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Operations Director EF Kids & Teens, Christopher Llyod mengatakan pihaknya telah membuka kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di mayoritas cabang di Indonesia.

Dalam melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Christopher mengatakan EF mengacu pada standar protokol kesehatan yang ketat.

Langkah ini dilakukan untuk menjamin kesehatan seluruh peserta pendidikan, mulai dari guru dan staf EF, siswa, hingga walinya.

Baca juga: Hari Anak Sedunia 2021, Lapor Covid-19 Ungkap Persoalan Pembelajaran Tatap Muka Saat Pandemi

"Seluruh tenaga akademis dan staf EF sudah mendapatkan vaksin Covid-19. Kami menerapkan prokes yang ketat," ujar Christopher melalui keterangan tertulis, Rabu (24/11/2021).

Prokes ketat tersebut, yakni menggunakan masker, melakukan thermal screening dengan alat yang tersedia, selalu mengutamakan kebersihan diri dan sekitarnya, membatasi jumlah siswa dalam kelas, menjaga jarak, dan menghindari kontak fisik.

Keputusan ini dilaksanakan berdasarkan beberapa pertimbangan seperti zona area sekolah atau center, simulasi pembelajaran tatap muka, persetujuan pemerintah setempat, serta status vaksinasi seluruh staf dan tenaga akademis di EF.

Baca juga: Sekolah Dasar di Tokyo Jepang Gunakan iPad untuk Pembelajaran Tatap Muka

“Dimulainya kembali belajar tatap muka akan memberikan manfaat ekstra bagi siswa dari adanya interaksi langsung antara siswa dan guru yang dapat membantu meningkatkan kemampuan Bahasa Inggrisnya," ucap Christopher.

Penerapan prokes ini berlaku bagi setiap guru dan staf EF, siswa bahkan walinya.

Dirinya berharap pelaksanaan PTM akan membuat seluruh yang terlibat di dalamnya merasa aman dan nyaman, meski di tengah pandemi.

"Secara berkala, kami juga akan mengevaluasi pelaksanaan PTM serta kemajuan para siswa," kata Christopher.

Meski begitu, kelas online melalui EF Premium Online Class tetap dilakukan di cabang-cabang yang masih belum memungkinkan untuk melaksanakan kelas tatap muka.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas