Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mengenal Pencemaran Udara: Macam-macam Pencemaran, Faktor Penyebab, dan Dampak yang Ditimbulkan

Berikut macam-macam pencemaran udara beserta faktor penyebab dan dampak yang ditimbulkan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Katarina Retri Yudita
zoom-in Mengenal Pencemaran Udara: Macam-macam Pencemaran, Faktor Penyebab, dan Dampak yang Ditimbulkan
Roberto Pfeil / afp
Asap mengepul dari tempat pembuangan sampah dan area pembakaran sampah di kawasan industri Chempark yang dijalankan oleh operator Currenta menyusul ledakan di distrik Buerrig Leverkusen, Jerman barat, pada 27 Juli 2021. Sedikitnya 16 orang terluka dan lima hilang setelah ledakan di bahan kimia taman di Leverkusen, Jerman barat, yang mengirimkan kolom besar asap hitam ke udara, kata para pejabat, mendesak penduduk untuk tinggal di dalam rumah. - Berikut macam-macam pencemaran udara beserta faktor penyebab dan dampak yang ditimbulkan. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut macam-macam pencemaran udara beserta faktor penyebab dan dampak yang ditimbulkan.

Udara adalah salah satu faktor abiotik yang memengaruhi kehidupan komponen (makhluk hidup).

Udara mengandung senyawa-senyawa dalam bentuk gas, di antaranya mengandung gas yang amat penting bagi kehidupan, yaitu oksigen.

Dalam atmosfer bumi, terkandung sekitar 20 persen oksigen yang dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup yang ada di dalamnya.

Oksigen berperan dalam pembakaran senyawa karbohidrat di dalam tubuh organisme melalui pernapasan.

Baca juga: Mengenal Dampak Pencemaran Air dan Cara Menanggulanginya: Recycle, Reuse, Reduce, dan Repair

Reaksi pembakaran tidak hanya terjadi di dalam tubuh, tetapi manusia pun sering melakukannya, seperti pembakaran sampah atau lainnya.

Hasil samping dari pembakaran adalah senyawa karbon (CO2 dan CO) yang akan dibuang ke udara.

Rekomendasi Untuk Anda

Meningkatnya populasi makhluk hidup, maka proses pembakaran pun semakin meningkat.

Dengan demikian, konsentrasi senyawa karbon di udara pun meningkat.

Karbon dioksida amat penting bagi proses pembuatan makanan (fotosintesis) bagi tumbuhan.

Dengan demikian, peningkatan senyawa karbon di udara dapat teratasi.

Namun, dengan meningkatnya populasi manusia menyebabkan kebutuhan akan tempat tinggal meningkat.

Hal ini membuat pembukaan ladang atau hutan untuk pemenuhan permintaan tempat tinggal.

Selain itu, juga adanya kasus (penebangan liar) yang membuat populasi tumbuhan berkurang.

Di sisi lain, hasil dari pembentukan makanan melalui fotosintesis menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas