Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Klasifikasi Serat dari Hewan: Serat dari Stapel dan Filamen

Berikut klasifikasi serat dari hewan, di antaranya serat dari stapel dan serat dari filamen.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Katarina Retri Yudita
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in Klasifikasi Serat dari Hewan: Serat dari Stapel dan Filamen
Tangkapan layar repositori.kemdikbud.go.id
Serat Kepompong Ulat Sutera - Berikut klasifikasi serat dari hewan, di antaranya serat dari stapel dan serat dari filamen. 

- Elastisitas tinggi;

- Penahan panas yang baik;

- Tahan terhadap jamur dan bakteri.

Baca juga: Sel Jaringan Dewasa pada Tumbuhan: Epidermis, Parenkim, Vaskuler, Penyokong, dan Sekretoris

2. Serat dari filamen

Filamen merupakan serat yang berbentuk jaringan.

Contohnya adalah serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong.

Kepompong inilah yang merupakan serat lalu dipintal menjadi benang.

Serat Kepompong Ulat Sutera
Serat Kepompong Ulat Sutera (Tangkapan layar repositori.kemdikbud.go.id)
Rekomendasi Untuk Anda

Karakteristik bahan serat alam yang menjadi perhatian adalah pada permukaan seratnya, seperti kehalusan, kekuatan, daya serap, dan kemuluran atau elastisitas.

Bahan tekstil dari selulosa (kapas) memiliki beberapa karakteristik, di antaranya bahan terasa dingin dan sedikit kaku, mudah kusut, mudah menyerap keringat, rentan terhadap jamur, dan mudah terbakar.

Serat sutra mempunyai ciri-ciri:

- Berkilau;

- Sangat bagus dan lembut;

- Tidak mudah kusut;

- Sangat halus;

- Kekuatannya tinggi;

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas