Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Mengenal Bahan, Alat Produksi, dan Proses Pembuatan Batik: Nganji hingga Pencelupan Warna

Berikut bahan, alat produksi, dan proses pembuatan batik, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.

Penulis: Katarina Retri Yudita
Editor: Miftah
zoom-in Mengenal Bahan, Alat Produksi, dan Proses Pembuatan Batik: Nganji hingga Pencelupan Warna
Tangkapan layar repositori.kemdikbud.go.id
Bagian-bagian canting tulis - Berikut bahan, alat produksi, dan proses pembuatan batik, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini. 

Kompor yang biasa digunakan adalah kompor dengan bahan bakar minyak.

Namun, saat ini telah banyak digunakan kompor jenis listrik dan gas, mengingat bahan bakar minyak tanah semakin sulit dicari.

Wajan merupakan perkakas yang digunakan untuk mencairkan malam.

Wajan dibuat dari logam baja atau tanah liat.

Wajan sebaiknya bertangkai supaya mudah diangkat dan diturunkan dari perapian tanpa menggunakan alat lain.

Kompor untuk batik
Kompor untuk batik (Tangkapan layar repositori.kemdikbud.go.id)

Adapun alat lain yang digunakan dalam membatik di antaranya dingklik atau kursi pendek, pemidangan atau gawangan untuk membentangkan kain, bandul timah untuk pemberat kain, pola batik, ember, panci, dan wadah penampung limbah malam.

Peralatan membatik lainnya (dingklik, gawangan, dan bandul)
Peralatan membatik lainnya (dingklik, gawangan, dan bandul) (Tangkapan layar repositori.kemdikbud.go.id)
Peralatan membatik lainnya (pola batik, ember, panci, dan wadah penampung limbah malam)
Peralatan membatik lainnya (pola batik, ember, panci, dan wadah penampung limbah malam) (Tangkapan layar repositori.kemdikbud.go.id)

C. Proses pembuatan batik

Berita Rekomendasi

Terdapat tiga teknik dalam proses pembuatan batik, yaitu teknik cap, teknik tulis, serta teknik campuran cap dan tulis.

Batik dengan teknik cap diperuntukkan dalam pembuatan batik dengan bentuk pengulangan motif.

Motif yang dibuat diperhitungkan dengan ilmu ukur sehingga hasilnya akan sesuai dengan keinginan.

Batik cap tidak memerlukan pola di atas kertas.

Dengan menggunakan cap, perajin sudah mengetahui secara pasti pola yang akan dihasilkan.

Teknik cap pada proses pembuatan batik
Teknik cap pada proses pembuatan batik (Tangkapan layar repositori.kemdikbud.go.id)

Batik tulis dikerjakan dengan menggunakan canting dalam membentuk gambar awal pada permukaan kain.

Bentuk gambar pada batik tulis nampak lebih luwes dengan ukuran garis motif yang relatif bisa lebih kecil dibandingkan dengan batik cap.

Meskipun demikian, batik tulis dapat pula dibuat mengulang bentuk.

Oleh sebab itu, diperlukan pola yang dibuat pada kertas pola dengan ukuran sebesar kain.

Gambar batik tulis bisa dilihat pada kedua sisi kain.

Gambar tampak lebih rata (tembus bolak-balik), terutama batik tulis yang halus.

Sementara itu, batik dengan teknik campuran cap dan tulis diperuntukkan untuk meningkatkan kuantitas produksi pesanan.

Tujuannya agar pekerjaan menjadi lebih cepat dan mudah.

Proses pembuatan batik tulis terdiri dari berbagai versi sesuai kebiasaan dan kebutuhan perajin di masing-masing daerah.

Istilah yang digunakan dalam pembatikan biasanya menggunakan istilah dalam bahasa Jawa.

Proses pembatikan dapat diuraikan sebagai berikut.

1. Nganji

Pemberian kanji setelah kain dicuci.

Kegiatan pemberian kanji dapat dilakukan sesuai keinginan dan kebiasaan.

2. Ngemplong

Penghalusan permukaan kain dengan cara dipukul-pukul menggunakan alat pemukul dari kayu agar kain tidak kaku dan mudah menyerap malam dan warna.

3. Nyungging

Membuat pola di atas kertas.

4. Njaplak

Menjiplak pola dari kertas ke kain.

5. Nglowong

Memberi lilin atau malam pada kain sesuai pola.

6. Ngiseni

Memberi isian motif ke dalam pola besar.

7. Nembok

Penutupan pada bagian-bagian tertentu dengan malam agar tetap berwarna putih saat dilorot.

8. Nyolet

Memberi warna dengan kuas atau kayu dengan ujung spon.

9. Nyelup

Memberi warna pada kain dengan pencelupan.

10. Mopok

Memberi isian pada latar belakang pola.

11. Nglorod

Membuang lilin atau malam yang sudah tidak diperlukan lagi agar motif batik terlihat.

12. Nanahi

Memberi isian dengan malam pada latar belakang pola.

13. Selanjutnya dapat dilakukan pencelupan warna terakhir dan pelorotan.

Hasil akhir membatik teknik tulis (1)
Hasil akhir membatik teknik tulis (1) (Tangkapan layar repositori.kemdikbud.go.id)
Hasil akhir membatik teknik tulis (2)
Hasil akhir membatik teknik tulis (2) (Tangkapan layar repositori.kemdikbud.go.id)

(Tribunnews.com/Katarina Retri)

Artikel lainnya terkait Materi Sekolah

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas