Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Abaikan Larangan Dedi Mulyadi, SMAN 6 Depok Tetap Study Tour ke Bali, Kepsek: Siswa Belajar PPKN

Komite Sekolah SMAN 6 Depok memutuskan tetap menyelenggarakan study tour ke Bali meski ada larangan dari Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Abaikan Larangan Dedi Mulyadi, SMAN 6 Depok Tetap Study Tour ke Bali, Kepsek: Siswa Belajar PPKN
dok. Kompas/Dinda Aulia
STUDY TOUR KE BALI - Gerbang sekolah SMAN 6 Depok di kawasan Limo, Cinere Depok, Jawa Barat. Komite Sekolah SMAN 6 Depok memutuskan tetap menyelenggarakan study tour ke Bali meski ada larangan dari Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komite Sekolah SMAN 6 Depok memutuskan tetap menyelenggarakan study tour ke Bali meski ada larangan dari Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi.

Kegiatan study tour ke Bali tersebut mewajibkan siswa membayar Rp3,5 juta.

SMAN 6 Depok beralasan di kegiatan study tour ke Bali tersebut siswa belajar PPKN, bukan sekadar jalan-jalan.

Dedi Mulyadi menyoroti alasan SMAN 6 Depok berkukuh menggelar study tour tersebut. Menurut Dedi Mulyadi, bila ditambah uang jajan, siswa harus membawa uang sekitar Rp5,5 juta.

Dedi Mulyadi menyindir Komite Sekolah SMAN 6 Depok. "Komite sekolah sangat peduli untuk mendapat pelajaran yang berharga dari pergi ke Bali, terutama di bidang PPKN. Keren banget," ujarnya.

Menurut dia, sebagian orang tua ada yang protes dengan biaya keberangkatan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Yang lain orang tuanya protes karena kemahalan, ini protes karena dianggap biaya sekian itu tidak terlalu mahal."

"Ini tentu menunjukan kelas ekonomi di kelas tersebut sangat mapan orang tua siswanya," kata Dedi dikutip TribunnewsBogor.com.

Ia menekankan, untuk belajar PPKN siswa tidak perlu sampai jauh pergi ke Bali. "PPKN tidak mesti pergi ke Bali, bisa di lingkungan kita."

"Membantu orang tua membereskan rumah itu PPKN, berkunjung ke rumah tangga siapa tahu tidak punya beras itu juga PPKN."

"Study tentang lingkungan sejarah kebudayaan Depok itu luar biasa," katanya.

Dedi menyarankan, jika komite ngotot ingin memaksakan study tour ke Bali, tidak usah membawa nama sekolah. 

"Apabila orang tuanya ingin anaknya piknik, tidak ada masalah itu hak setiap orang. Lebih baik selenggarakan oleh orang tua anak-anaknya didampingi ke Bali. Jangan bawa nama sekolah, cukup orang tuanya," kata Dedi.

Termasuk dengan guru yang ingin ikut harus pula membayar menggunakan uang pribadi. "Gurunya boleh pergi dengan biaya sendiri."

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas