Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jakarta dan Jawa Barat Jadi Contoh Pendidikan Inklusif bagi Daerah Lain di Indonesia

DKI Jakarta dan Jawa Barat menjadi contoh pelaksanaan pendidikan inklusif yang memungkinkan semua anak belajar bersama di lingkungan yang sama.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Jakarta dan Jawa Barat Jadi Contoh Pendidikan Inklusif bagi Daerah Lain di Indonesia
dok.
PENDIDIKAN INKLUSIF - Acara Konferensi Pendidikan Inklusi Indonesia (KPII) 2025 di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Jumat (8/8/2025). 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat menjadi contoh pelaksanaan pendidikan inklusif di Indonesia yang memungkinkan semua anak, dapat belajar bersama di lingkungan yang sama, termasuk bagi anak yang memiliki kebutuhan khusus. 

Sejumlah daerah lain dinilai masih dalam tahap pembelajaran dan penyesuaian, menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya dan jangkauan wilayah.

“Jadi yang menjadi inisiasi pertama adalah Jawa Barat, terutama Bandung, tapi kemudian Jakarta sekarang juga sudah berkembang sangat besar,” kata Ketua Panitia Konferensi Pendidikan Inklusi Indonesia (KPII) 2025, Kurnia Mega Hapsari di acara Konferensi Pendidikan Inklusi Indonesia (KPII) 2025 di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Kurnia menjelaskan, sejumlah daerah lain sedang berupaya memulai penyelenggaraan pendidikan inklusif dengan memetakan strategi, melakukan pelatihan, dan membangun kesadaran publik.

Menurutnya, proses tersebut belum berjalan maksimal karena keterbatasan dana, jumlah guru yang memahami pendidikan inklusif, serta minimnya tenaga ahli di lapangan.

“Mereka sedang belajar, tapi memang belum maksimal karena keterbatasan-keterbatasan itu,” katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Kurnia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan pendidikan inklusif tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah.

Luasnya wilayah Indonesia dan kebutuhan jumlah guru yang besar, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerataan kualitas pendidikan inklusif di seluruh daerah.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan inklusif yang merata di seluruh Indonesia,” katanya.

Dia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, praktisi pendidikan, masyarakat, dan orang tua untuk bersama-sama membangun budaya inklusif di sekolah.

“Kami berharap, konferensi ini dapat mendorong aksi nyata yang berdampak langsung, terutama bagi daerah-daerah yang masih berada dalam tahap awal penerapan pendidikan inklusif,” pungkasnya.

Baca juga: Anggota Komisi X DPR Dorong Guru dan Orang Tua Murid Ikut Ciptakan Pendidikan Inklusif

Penyelenggaraan KPII 2025 menjadi wadah pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam pendidikan inklusif di Indonesia dan dilaksanakan di Kemendikdasmen, Jakarta, selama tiga hari sejak Jumat (8/8/2025) hingga Minggu (10/8/2025).

Tema yang diangkat adalah ‘Dua Dekade Pendidikan Inklusi di Indonesia: Pendidikan Bermutu untuk Semua.’

Penyelenggaraanya merupakan hasil kolaborasi Politeknik Bentara Citra Bangsa (PBCB) bersama Yayasan Indonesia Peduli Anak Berkebutuhan Khusus (YIPABK), Cipta Aliansi Edukasi (CAE) dan Psiko Edukasi Asesmen Center (Peace) dengan dukungan Kemendikdasmen. 

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas