5 Contoh Tugas Mandiri Modul Pedagogik Topik 1-8 PPG PAI Kemenag 2025
Contoh Tugas Mandiri pada Modul Pedagogik mulai dari topik 1-8 untuk guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mengikuti PPG Kemenag 2025 batch 3.
Penulis:
Sri Juliati
Editor:
Tiara Shelavie
Deep Learning adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep dan penguasaan kompetensi secara mendalam. DBL diterapkan melalui modifikasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Untuk menerapkan konsep deep learning dalam pembelajaran, maka kita harus tahu terlebih dahulu 3 komponen atau pilar utama yaitu : Mengajak siswa untuk menyadari bahwa setiap individu memiliki latar belakang serta cara belajar yang berbeda (Mindful learning, Proses pembelajaran harus mendorong siswa untuk berpikir dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan belajar (Meaningful learning) dan Pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga siswa akan lebih termotivasi.
- Karakteristik dan Gaya Belajar Peserta Didik Gen Z dan Alpha
Generasi Z dan Generasi Alpha memiliki karakteristik yang unik terutama dalam aspek teknologi, komunikasi, dan cara berpikir. Dalam konteks pendidikan, gaya belajar mereka lebih mengutamakan pengalaman yang interaktif, berbasis teknologi, dan berorientasi pada solusi. Mereka cenderung lebih nyaman dengan pembelajaran berbasis digital, seperti video, game edukatif, dan platform pembelajaran daring. Dengan memahami karakteristik dan gaya belajar Generasi Z dan Alpha serta mengatasi tantangan dalam pengajaran, guru dapat menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, bermakna, dan relevan dengan kehidupan mereka di era sekarang.
2. Materi Konsep yang Menimbulkan Miskonsepsi
- Topik 1: Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah dan Projek (Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL)
Adanya anggapan bahwa pendekatan pembelajaran ini lebih berpusat pada peserta didik sehingga peran guru menjadi sangat kurang atau kadang terabaikan. Pada kenyataannya dalam pembelajaran ini siswa memang berperan aktif dengan tujuan mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah, tetapi peran seorang guru tetap menjadi hal yang penting supaya kegiatan pembelajaran tetap terarah.
- Topik 2: Pendekatan Pembelajaran Berbasis Diferensiasi (Differentiation Based Learing/DBL)
Pada Sebagian orang beranggapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi hanya bisa dilakukan pada Tingkat kelas tertentu ataupun mata Pelajaran tertentu. Padahal kebenarannya pendekatan ini bisa dilakukan di Tingkat kelas atau mata Pelajaran apapun dengan strategi manajemen dan perencanakan yang baik terlebih dahulu. DBL diterapkan melalui modifikasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar, sehingga memungkinkan keberagaman strategi dan aktivitas yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
- Topik 3: Pendekatan Pembelajaran Berbasis Kesatuan Materi, Pedagogik dan Teknologi (Technological Pedagogical and Content Knowledge/TPACK)
Adanya pemahaman bahwa pendekatan pembelajaran Technological Pedagogical and Content Knowledge/TPACK semuanya adalah hanya tentang teknologi, di mana Sebagian beranggapan pendekatan pembelajaran ini hanya menggunakan teknologi dalam prosesnya. Padahal sebenarnya TPACK itu sendiri menekankan interaksi dari teknologi, pedagogi dan konten yang disesuaikan pada kebutuhan saat pembelajaran. Integrasi yang tepat antara teknologi, strategi pengajaran, dan materi pembelajaran akan menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif & relevan.
- Topik 4: Pendekatan Pembelajaran Berbasis Deep Learning (Mindful learning, Meaningful Learning, and Joyful Learning)
Sebagian orang berpendapat bahwa pendekatan pembelajaran Deep Learning hanya bisa digunakan untuk Sebagian mata Pelajaran saja seperti mata Pelajaran Agama dan mata Pelajaran lain yang muatannya kebanyakan berupa konsep hapalan dan materi pemahaman. Pada kenyataannya pendekatan pembelajaran Deep Learning bisa diterapkan disemua mata Pelajaran dengan menyesuaikan kebutuhan serta perencanaan yang matang menempatkan guru sebagai pengarah.
- Topik 5: Pendekatan Pendidikan Layanan Anak Berkebutuhan Khusus (Pendidikan Inklusi)
Adanya pemahaman bahwa pendekatan Pendidikan Inklusi hanya tertuju pada klien-klien tertentu saja, seperti pada siswa yang sering disebut dalam kategori nakal yakni siswa yang sering berbuat gaduh karena berbagai ulahnya. Namun sebenarnya pendekatan atau layanan ini terbuka untuk semua individu yang memerlukan layanan bimbingan berdasarkan pertimbangan atas sifat dan jenis masalah yang dihadapi.
- Topik 6: Pendekatan Pendidikan Layanan Anak Berkebutuhan Khusus (Pendidikan Inklusi)
Adanya anggapan bahwa Pendidikan Layanan Anak Berkebutuhan Khusus hanya akan mengganggu/mengorbankan kebutuhan siswa regular dalam suatu kelas. Padahal dalam konteks ini Pendidikan inklusi adalah pendekatan pendidikan yang bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan semua siswa yang menguntungkan satu sama lain di mana membantu siswa mengembangkan empati, toleransi, dan kemampuan bekerja sama dengan individu yang berbeda. Pendidikan inklusi juga membentuk siswa menjadi individu yang percaya diri, mandiri, dan mampu hidup berdampingan dalam masyarakat yang beragam.
Baca tanpa iklan