Kunci Jawaban PKN Kelas 8 Halaman 42, Uji Kompetensi Bab 2
Soal ini terdapat dalam buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN) kelas 8 SMP Kurikulum Merdeka, tepatnya pada Uji Kompetensi Bab 2.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Febri Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM - Dalam buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN) Kelas 8 SMP Kurikulum Merdeka, siswa diajak untuk memahami secara mendalam struktur fundamental negara, yaitu mengenai bentuk negara dan konsep kedaulatan.
Materi ini terdapat pada Bab II: Bentuk dan Kedaulatan Negara, tepatnya pada bagian Uji Kompetensi di Halaman 42.
Buku ini merupakan karya dari Muhammad Sapei, Trezadigjaya, dan Prayogo, yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Pada bagian ini, siswa diminta untuk mengevaluasi pemahaman mereka mengenai perbedaan bentuk-bentuk negara, prinsip kedaulatan rakyat, serta implementasinya dalam sistem pemerintahan Indonesia.
Kegiatan Uji Kompetensi ini bertujuan untuk melatih kemampuan siswa dalam menganalisis konsep ketatanegaraan, menerapkan dasar hukum, dan menumbuhkan kesadaran akan hakikat negara kesatuan yang berkedaulatan rakyat.
Berikut adalah kunci jawaban PKN Kelas 8 Halaman 42, Uji Kompetensi Bab 2, yang dapat dijadikan panduan untuk memverifikasi dan memperkuat pemahaman materi.
Kunci Jawaban PKN Kelas 8 Halaman 42
Uji Kompetensi
Cermatilah peristiwa-peristiwa di bawah ini. Lalu, tuliskan pendapatmu untuk menjawab persoalan yang diajukan.
1. Andi melakukan bullying kepada Tibo secara verbal. Karena merasa di-bully, Tibo membalas melakukan bully secara verbal dan fisik kepada Andi. Merasa terdesak, Andi melibatkan dua temannya untuk membalas Tibo. Tidak tinggal diam, dua orang teman Tibo pun membantu Tibo.
Apa yang akan kalian lakukan bila berada pada posisi salah satu pihak? Mengapa kalian memilih melakukan tindakan tersebut?
Baca juga: Kunci Jawaban PKN Kelas 12 Halaman 101, Pilihan Ganda Uji Kompetensi Bab 3
Apa alasannya?
Jawaban:
Sikap saya:
Jika saya berada di posisi salah satu pihak (misalnya Tibo atau Andi), saya tidak akan membalas kekerasan dengan kekerasan, tetapi melaporkan kejadian tersebut kepada guru, BK, atau orang dewasa yang dapat dipercaya.
Alasan:
Membalas bullying dengan bullying hanya akan memperpanjang konflik dan membuat situasi semakin buruk.
Kekerasan, baik verbal maupun fisik, tidak akan menyelesaikan masalah.
Mengedepankan dialog, mencari bantuan dari pihak sekolah, serta membangun kesadaran bersama lebih efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Baca juga: Kunci Jawaban PKN Kelas 8 Halaman 147: Uji Kompetensi 6 Kehidupan Bangsa Indonesia
2. Di sekolahmu akan diadakan pemilihan raya untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Terdapat tiga pasang calon yang akan memperebutkan suara dalam pemilihan raya. Salah seorang pasangan calon memintamu untuk menjadi tim sukses kampanye. Ia berpesan kepadamu untuk mencuri start dalam kampanye. Ia menjanjikan akan mengangkatmu menjadi ketua bidang I dalam OSIS jika terpilih.
Bagaimana sikap kalian menanggapi situasi tersebut?
Mengapa kalian memilih sikap tersebut?
Jawaban:
Sikap saya:
Saya akan menolak permintaan untuk mencuri start kampanye dan tidak akan mendukung cara yang tidak jujur, meskipun ditawari posisi penting dalam OSIS.
Alasan:
Kampanye yang curang bertentangan dengan nilai kejujuran dan sportivitas.
Tujuan menjadi bagian dari OSIS adalah untuk memberi contoh baik dan melayani siswa lain.
Jika sejak awal sudah diawali dengan kecurangan, maka hal itu mencerminkan bahwa calon tersebut tidak layak memimpin.
Lebih baik mendukung dengan cara yang adil atau tidak terlibat sama sekali jika dipaksa untuk melakukan pelanggaran.
3. Sebagai Ketua OSIS, kamu mendapati salah seorang ketua bidang melakukan kelalaian dalam laporan keuangan sebuah kegiatan. Ia salah melakukan pembayaran sewa kendaraan kepada pihak perusahaan organda. Akibat kelalaiannya, keuangan OSIS dirugikan sebesar Rp. 200.000.
Sebagai Ketua OSIS, apa sikap yang kamu ambil terhadap tim kamu? Mengapa mengambil sikap dan keputusan tersebut?
Jawaban:
Sikap saya:
Saya akan memanggil ketua bidang yang bersangkutan untuk berdiskusi secara terbuka, memahami penyebab kesalahan, dan membimbingnya untuk bertanggung jawab atas kelalaiannya.
Jika perlu, kami akan mencari solusi bersama untuk mengganti kerugian.
Alasan:
Sebagai pemimpin, saya harus bersikap bijaksana dan tidak langsung menghukum, apalagi jika kesalahan itu tidak disengaja.
Tapi saya juga tidak bisa membiarkan kesalahan dibiarkan tanpa tanggung jawab.
Dengan menindaklanjuti secara adil, saya bisa menjaga disiplin tim sekaligus membangun rasa tanggung jawab dan pembelajaran agar kesalahan yang sama tidak terulang di masa depan.
Disclaimer:
- Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.
- Soal ini berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas.
(Tribunnews.com/Farra)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.