Dialog Kampus: Unsoed Bahas Transformasi Digital, Anies di UMB Tekankan Pembentukan Karakter
Dialog pemerintah–mahasiswa bahas transformasi digital, kampus jadi ruang aspirasi generasi muda dan kebijakan publik.
Editor:
Glery Lazuardi
Sementara itu, Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, menegaskan komitmen universitas dalam mendorong inovasi.
Forum ini juga dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, yang memberikan arah strategis mengenai kebijakan digital nasional.
Sesi mengenai tata kelola dan transformasi digital menghadirkan dua narasumber utama: Pandu Kartika Putra, Staf Khusus Menteri PANRB, serta Alfreno Kautsar Ramdhan, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital.
Pandu menekankan pentingnya reformasi birokrasi yang relevan dengan kebutuhan generasi muda.
“Reformasi birokrasi tidak berhenti pada digitalisasi layanan pemerintah. Kita sedang menyiapkan birokrasi yang lebih lincah dan mengutamakan kompetensi anak muda sebagai agen perubahan. Unsoed Future Link 2025 adalah momentum agar mahasiswa tahu: masa depan pelayanan publik membutuhkan mereka sejak hari ini,” kata dia dalam keterangan yang diterima, Minggu (30/11/2025)
Sementara itu, Alfreno menyoroti vitalnya penguatan literasi digital menuju daya saing nasional.
“Ekosistem digital kita bertumbuh pesat, tetapi yang dibutuhkan sekarang adalah talenta yang bisa menciptakan solusi, bukan hanya menggunakan teknologi," kata Alfreno.
"Program-program Huawei bersama kampus seperti Unsoed Future Link 2025 adalah ekosistem nyata yang mempertemukan pemerintah, industri, dan mahasiswa untuk memperkuat visi Indonesia Emas,” ujarnya.
Anies Dialog dengan Mahasiswa UMB
Sementara itu di Banjarmasin, Kalimantan Selatan Anies Baswedan berdialog dengan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB).
Anies Rasyid Baswedan menyampaikan pesan mengenai pentingnya aktivitas mahasiswa, baik di dalam maupun di luar ruang kuliah.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai kesibukan menjadi bagian dari pembentukan karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi masa depan.
Anies menyatakan bahwa kampus seharusnya memberi ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai kegiatan.
“Jadilah mahasiswa yang sibuk, dan kampusnya jangan melarang, bahkan harusnya memfasilitasi. Kampus harus mendorong mahasiswa untuk sibuk, sibuk di dalam kelas dan sibuk di luar kelas,” ujarnya, di tengah ratusan mahasiswa.
Ia juga menekankan bahwa mahasiswa perlu aktif dalam kegiatan kemahasiswaan maupun aktivitas yang dapat meningkatkan keterampilan dan wawasan.
“Jadilah pegiat-pegiat mahasiswa, apa pun bidangnya. Mahasiswa yang baik adalah mahasiswa yang sibuk,” katanya.
Baca tanpa iklan