Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dialog Kampus: Unsoed Bahas Transformasi Digital, Anies di UMB Tekankan Pembentukan Karakter

Dialog pemerintah–mahasiswa bahas transformasi digital, kampus jadi ruang aspirasi generasi muda dan kebijakan publik.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Dialog Kampus: Unsoed Bahas Transformasi Digital, Anies di UMB Tekankan Pembentukan Karakter
HO/IST
DIALOG KAMPUS: Mahasiswa dan pemerintah berdialog di ruang akademik, membahas arah transformasi digital nasional. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah, mahasiswa, akademisi, dan industri digital bertemu dalam satu ruang dialog.
  • Birokrasi lincah dan talenta muda jadi fokus transformasi digital nasional.
  • BEM menekankan percepatan pengembangan talenta digital untuk masa depan Indonesia.
  • Ruang akademik dianggap netral, kritis, dan historis sebagai pusat lahirnya ide reformasi.
  • Anies Baswedan dorong mahasiswa aktif, sibuk, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

TRIBUNNEWS.COM, PURWOKERTO – Dialog kampus kembali menjadi ruang pertemuan strategis antara pemerintah, akademisi, dan mahasiswa.

Di Purwokerto, forum Future Link 2025 membahas arah transformasi digital nasional, sementara di Banjarmasin mantan Capres di Pilpres 2024, Anies Baswedan menekankan pentingnya pembentukan karakter generasi muda melalui aktivitas kemahasiswaan. 

Dialog antara pemerintah dan mahasiswa digelar untuk membahas arah transformasi digital nasional. 

Forum ini menegaskan pentingnya ruang akademik sebagai wadah partisipasi generasi muda dalam merumuskan kebijakan publik, sekaligus memperkuat komitmen bersama menghadapi tantangan era digital.

Kampus menjadi ruang dialog karena ia menghubungkan otoritas negara dengan aspirasi generasi muda dalam atmosfer akademik yang relatif netral, kritis, dan terbuka.

Kampus adalah tempat diskusi ilmiah dan kritis, sehingga wajar dijadikan arena pertukaran gagasan kebijakan publik.

Perguruan tinggi dianggap lebih independen dibanding ruang politik, sehingga dialog di kampus punya legitimasi moral.

Rekomendasi Untuk Anda

Mahasiswa adalah kelompok strategis yang mewakili suara masa depan, sehingga pemerintah perlu mendengar langsung aspirasi mereka.

Kampus memiliki forum, seminar, dan ruang publik yang mendukung pertemuan besar dengan format akademik.

Di Indonesia, kampus sering menjadi pusat lahirnya kritik, ide reformasi, dan gerakan sosial, sehingga punya peran historis sebagai ruang dialog.

Upaya memperkuat ruang dialog antara pemerintah dan generasi muda mengemuka dalam gelaran Future Link 2025 di Auditorium IAB Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). 

Forum kolaboratif ini tidak hanya menghadirkan ratusan mahasiswa dan akademisi, tetapi juga pemangku kebijakan serta pelaku industri digital yang membahas arah transformasi digital dan reformasi birokrasi.

Acara yang merupakan sinergi Huawei Indonesia bersama KA Unsoed, Ikafu Unsoed, Ikapol Unsoed, BEM Unsoed, dan Sekolah Komunitas Bhineka Ceria ini berlangsung  dengan partisipasi dari elemen kampus, organisasi alumni, dan mitra industri.

Ketua Bhineka Ceria, Nana Alfana, menekankan pentingnya ruang dialog produktif antara pemerintah dan generasi muda. Presiden BEM Unsoed, Hafidz Baihaqi, turut menyampaikan harapan mahasiswa terhadap percepatan pengembangan talenta digital.

Ketua KA Unsoed sekaligus Anggota DPD RI, Abdul Kholik, memberikan pandangan mengenai kontribusi kampus dalam ekosistem kebijakan publik. 

Sementara itu, Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, menegaskan komitmen universitas dalam mendorong inovasi. 

Forum ini juga dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, yang memberikan arah strategis mengenai kebijakan digital nasional.

Sesi mengenai tata kelola dan transformasi digital menghadirkan dua narasumber utama: Pandu Kartika Putra, Staf Khusus Menteri PANRB, serta Alfreno Kautsar Ramdhan, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital.

Pandu menekankan pentingnya reformasi birokrasi yang relevan dengan kebutuhan generasi muda.

“Reformasi birokrasi tidak berhenti pada digitalisasi layanan pemerintah. Kita sedang menyiapkan birokrasi yang lebih lincah dan mengutamakan kompetensi anak muda sebagai agen perubahan. Unsoed Future Link 2025 adalah momentum agar mahasiswa tahu: masa depan pelayanan publik membutuhkan mereka sejak hari ini,” kata dia dalam keterangan yang diterima, Minggu (30/11/2025)

Sementara itu, Alfreno menyoroti vitalnya penguatan literasi digital menuju daya saing nasional.

“Ekosistem digital kita bertumbuh pesat, tetapi yang dibutuhkan sekarang adalah talenta yang bisa menciptakan solusi, bukan hanya menggunakan teknologi," kata Alfreno.

"Program-program Huawei bersama kampus seperti Unsoed Future Link 2025 adalah ekosistem nyata yang mempertemukan pemerintah, industri, dan mahasiswa untuk memperkuat visi Indonesia Emas,” ujarnya.

Anies Dialog dengan Mahasiswa UMB

Sementara itu di Banjarmasin, Kalimantan Selatan Anies Baswedan berdialog dengan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB).

Anies Rasyid Baswedan menyampaikan pesan mengenai pentingnya aktivitas mahasiswa, baik di dalam maupun di luar ruang kuliah.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai kesibukan menjadi bagian dari pembentukan karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi masa depan.

Anies menyatakan bahwa kampus seharusnya memberi ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai kegiatan.

“Jadilah mahasiswa yang sibuk, dan kampusnya jangan melarang, bahkan harusnya memfasilitasi. Kampus harus mendorong mahasiswa untuk sibuk, sibuk di dalam kelas dan sibuk di luar kelas,” ujarnya, di tengah ratusan mahasiswa.

Ia juga menekankan bahwa mahasiswa perlu aktif dalam kegiatan kemahasiswaan maupun aktivitas yang dapat meningkatkan keterampilan dan wawasan.

“Jadilah pegiat-pegiat mahasiswa, apa pun bidangnya. Mahasiswa yang baik adalah mahasiswa yang sibuk,” katanya.

Anies menambahkan, waktu luang yang terlalu banyak dapat menjadi tanda kurangnya kesiapan menghadapi tantangan di masa mendatang.

“Kalau Anda waktunya longgar, maka Anda sedang menuju jalan yang keliru. Jika mahasiswa waktunya longgar, maka akan ada penyesalan di kemudian hari,” ucapnya.

Ia menyampaikan bahwa tidak ada yang bisa memastikan bagaimana masa depan seseorang, namun ada hal yang dapat dipersiapkan sejak hari ini.

“Bekal untuk sukses adalah hari ini Anda menjadi mahasiswa yang sibuk,” kata Anies.

Dalam kesempatan tersebut, Anies juga mengapresiasi mahasiswa yang memilih menghadiri dialog pada hari libur.

“Yang lain boleh saja santai-santai hari Minggu, tapi kalian memilih datang untuk memikirkan masa depan bangsa. Ini tanda-tanda baik,” ucapnya.

Dialog berlangsung sekitar satu jam dengan sesi tanya jawab yang turut mengangkat berbagai isu aktual dari sudut pandang mahasiswa.

Reporter Reza Deni Tribunnews/Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas