Bukan Sekadar Konser, Once Mekel dan Zastrouw Ajak Mahasiswa Mengenali Diri dan Indonesia
Sebagai musisi yang juga anggota DPR RI, Once melihat pentingnya menghadirkan ruang kultural yang mampu menyatukan seni dan karakter bangsa.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Once Mekel mengatakan GEMA KAMPUS dirancang sebagai jembatan untuk menyampaikan pesan kebangsaan dengan cara yang relevan bagi generasi muda
- Para kreator muda diajak mengolah nilai-nilai kebangsaan menjadi konten digital yang estetik dan berdampak luas
- Sejumlah figur publik seperti Bimbim dan Kaka Slank, Shanna Shannon, Novia Bachmid, hingga Once Mekel duduk bersama dalam dialog interaktif. Mereka berbagi perspektif cara menemukan jati diri
TRIBUNNEWS.COM - Kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA) berubah menjadi pusat kreativitas dan nasionalisme pada 8–9 Mei 2026. Melalui Festival Kebangsaan bertajuk “GEMA KAMPUS” (Generasi Emas Kampus), sederet musisi legendaris dan praktisi kreatif turun gunung untuk menyapa langsung para mahasiswa.
Festival yang mengusung tema “Mengenal Diri, Mengenal Indonesia” ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara UNESA, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), PAPPRI, dan gerakan Akar Indonesia.
Once Mekel, sosok di balik inisiasi gerakan ini, menjelaskan bahwa GEMA KAMPUS dirancang sebagai jembatan untuk menyampaikan pesan kebangsaan dengan cara yang relevan bagi generasi muda.
“Saya dan Mas Zastrouw mengajak Slank, Alffy Rev, dan sederet musisi papan atas lainnya untuk aktif dalam rangkaian Festival Kebangsaan Gema Kampus ini. Tujuannya sederhana namun mendalam, kami ingin menyapa mahasiswa, berbagi inspirasi, wawasan kebangsaan, serta ide kreatif secara langsung di universitas,” ujar Once Mekel.
Baca juga: Once Mekel Komentari Penetapan RUU Revisi UU Hak Cipta, Sebut Bisa Dorong Sistem Royalti Satu Pintu
Sebagai musisi yang juga anggota DPR RI, Once melihat pentingnya menghadirkan ruang kultural yang mampu menyatukan seni dan karakter bangsa dalam satu tarikan napas.
Rangkaian festival ini tidak hanya berisi hiburan, tetapi juga pembekalan skill digital. Pada hari pertama (8/5/2026), Alffy Rev memimpin Coaching Clinic Content Creator.
Di sini, para kreator muda diajak mengolah nilai-nilai kebangsaan menjadi konten digital yang estetik dan berdampak luas.
Memasuki hari kedua (9/5/2026), ada sesi Ekspresi Kita. Sejumlah figur publik seperti Bimbim dan Kaka Slank, Shanna Shannon, Novia Bachmid, hingga Once Mekel duduk bersama dalam dialog interaktif.
Mereka berbagi perspektif tentang cara menemukan jati diri di tengah arus digitalisasi yang kian deras.
Sisi intelektual festival ini juga diperkuat melalui forum Rector’s Expressions (REx). Para rektor, akademisi, dan pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari BRIN dan Kementerian Pendidikan Tinggi, berkumpul untuk merumuskan bagaimana sejarah dan budaya bisa menjadi energi kompetitif bagi karakter bangsa.
“Kampus harus menjadi ruang hidup bagi dialog budaya, bukan sekadar pusat ilmu pengetahuan,” tambah Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, budayawan yang juga inisiator acara ini.
Sebagai penutup, GEMA KAMPUS menghadirkan Konser Musik Kebangsaan pada Sabtu malam.
Penampilan dari Ki Ageng Ganjur, Slank, Alffy Rev, Dwiki Darmawan, hingga Ita Purnamasari menjadi simbol perayaan kebersamaan lintas generasi.
Melalui festival ini, GEMA KAMPUS membuktikan bahwa narasi tentang Indonesia bisa dikemas secara modern dan menarik tanpa kehilangan kedalaman maknanya. Bagi para mahasiswa, ini adalah undangan untuk merayakan jati diri bangsa dengan cara yang paling kreatif.
Baca tanpa iklan