Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bahasa Inggris Makin Krusial di Era AI, Indonesia Tetap di Peringkat 80 Dunia

Kemampuan bahasa Inggris stagnan global, Indonesia peringkat 80 EF EPI 2024 kategori Low Proficiency.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Bahasa Inggris Makin Krusial di Era AI, Indonesia Tetap di Peringkat 80 Dunia
static.buku.kemdikbud.go.id
Belajar Bahasa Inggris - Kemampuan bahasa Inggris stagnan global, Indonesia peringkat 80 EF EPI 2024 kategori Low Proficiency. 

Ringkasan Berita:
  • Kemampuan bahasa Inggris semakin dipandang sebagai keterampilan dasar di era digital, terutama ketika teknologi dan kecerdasan buatan (AI) mempercepat akses informasi global. 
  • Namun, laporan EF English Proficiency Index (EF EPI) 2024 menunjukkan tren stagnasi bahkan penurunan kemampuan bahasa Inggris di banyak negara, termasuk Indonesia yang berada di peringkat 80 dari 116 negara dengan kategori Low Proficiency.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kemampuan bahasa Inggris semakin dipandang sebagai keterampilan dasar yang harus dimiliki masyarakat di era digital. 

Perkembangan teknologi dan hadirnya kecerdasan buatan (AI) membuat akses informasi global menjadi jauh lebih cepat, sehingga bahasa Inggris berperan sebagai jembatan untuk memahami berbagai sumber pengetahuan modern. 

Namun, di saat kebutuhan akan bahasa Inggris meningkat, sejumlah laporan internasional justru menunjukkan bahwa kemampuan bahasa Inggris global mengalami stagnasi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Kasus Penghasutan, Laras Faizati Ungkap Alasan Tulis Unggahan Pakai Bahasa Inggris

Laporan EF EPI untuk Skor Bahasa Inggris

Tren tersebut terlihat dalam laporan EF English Proficiency Index (EF EPI) 2024 yang menunjukkan penurunan skor di lebih dari 60 persen negara yang disurvei. 

Beberapa negara bahkan mengalaminya selama empat tahun berturut-turut. 

Kondisi ini memperlihatkan bahwa meskipun teknologi berkembang pesat, tidak semua masyarakat mampu mengikuti peningkatan tuntutan bahasa di era digital.

Rekomendasi Untuk Anda

Indonesia pun menghadapi tantangan serupa.

Sejumlah kajian pendidikan menegaskan bahwa kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia masih jauh dari merata.

Kualitas pengajaran, akses pembelajaran, serta kesenjangan antardaerah menjadi faktor yang sering disebut sebagai penyebab utama. 

Di beberapa wilayah non-kota besar, kesempatan untuk belajar bahasa Inggris secara konsisten masih terbatas, sehingga peningkatan kompetensi tidak berjalan seimbang. Kondisi ini turut memengaruhi posisi Indonesia dalam pemeringkatan global.

Dalam laporan EF EPI terbaru, Indonesia kembali berada di peringkat 80 dari 116 negara, dengan kategori Low Proficiency.

Posisi ini mencerminkan bahwa peningkatan kemampuan bahasa Inggris belum menunjukkan lompatan signifikan.

Baca juga: Indonesia Lampaui Jepang dalam Penguasaan Bahasa Inggris Global

Kebutuhan Bahasa Internasional Semakin Mendesak

Padahal, kebutuhan untuk menguasai bahasa internasional tersebut semakin mendesak, terutama ketika AI mengubah cara bekerja, belajar, dan berkomunikasi secara global.

Kombinasi kemampuan bahasa dan literasi digital menjadi syarat untuk dapat bersaing di pasar tenaga kerja modern.

“AI saat ini sedang mengubah cara kita belajar dalam menggunakan bahasa Inggris,” ujar Fanno Hendriawan, Operations Director, ditulis Selasa (16/12/2025).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas