Kunci Jawaban 60 Soal Try Out PAI Paket 1 PPG Kemenag 2025 Batch 4, Dapat Skor 100
Simak kunci jawaban 60 soal try out mapel Pendidikan Agama Islam (PAI) tema PAI Paket 1 dalam PPG Kemenag 2025 batch 4. Dapat skor 100.
Penulis:
Sri Juliati
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
A. Menyalahkan kedua orang tua sepenuhnya karena telah melanggar hukum
B. Mengabaikan kasus tersebut karena pernikahan adalah urusan pribadi.
C. Membenarkan tindakan itu karena kedua belah pihak telah setuju.
D. Mengkaji aspek hukumnya, dan menyarankan pendekatan edukatif dan preventif.
E. Mendukung pernikahan tersebut selama berlangsung dengan restu keluarga.
Kunci Jawaban: D. Mengkaji aspek hukumnya, dan menyarankan pendekatan edukatif dan preventif.
Baca juga: 5 Contoh Studi Kasus PPG PAI Kemenag 2025 Masalah Strategi Pembelajaran
3. Dalam suatu kelompok, peserta didik diminta untuk menganalisis beberapa hadis dan menentukan mana yang termasuk hadis shahih. Cara yang paling efektif untuk menyelesaikan tugas ini dengan semangat gotong royong adalah...
A. Masing-masing anggota kelompok menganalisis hadis secara individu dan kemudian membandingkan hasilnya.
B. Satu orang anggota kelompok yang paling berpengalaman mengerjakannya, sementara yang lain mendukung kebutuhannya.
C. Mendiskusikan kriteria hadis shahih dan memverifikasinya dengan melibatkan semua anggota kelompok.
D. Kelompok memilih hadis yang paling mudah dipahami dan memeriksa keabsahannya.
E. Setiap anggota kelompok memilih suatu hadis favorit dan mendiskusikannya lebih lanjut.
Kunci Jawaban: C. Mendiskusikan kriteria hadis shahih dan memverifikasinya dengan melibatkan semua anggota kelompok.
4. Dalam sebuah diskusi, seorang peserta didik mengungkapkan bahwa ia merasa terbebani dengan takdir hidupnya yang berbeda dengan orang lain, terutama dalam hal latar belakang keluarga dan tradisi yang dijalani. Menurut Anda, sikap yang paling tepat agar peserta didik tersebut dapat menerima takdirnya dengan lebih baik adalah...
A. Menyuruhnya untuk segera mengubah pandangan hidupnya dan mengikuti standar hidup orang lain.
B. Mendorongnya untuk mengabaikan tradisi dan menciptakan identitas baru yang tidak terikat oleh takdirnya.
C. Mengajaknya merefleksikan dan menerima takdir sebagai bagian dari perjalanan hidup yang memiliki hikmah.
D. Menyatakan bahwa takdir adalah sesuatu yang tidak bisa diubah, jadi lebih baik ia menerima tanpa mempertanyakan apapun.
E. Memberinya solusi praktis untuk mengubah keadaan keluarganya agar sesuai dengan harapan sosial yang ada
Kunci Jawaban: C. Mengajaknya merefleksikan dan menerima takdir sebagai bagian dari perjalanan hidup yang memiliki hikmah.
5. Dalam konteks pemahaman ayat-ayat Mutasyabihat yang seringkali menimbulkan multiinterpretasi, bagaimana seharusnya seorang mufassir kontemporer merumuskan pendekatan tafsir terhadap QS. Ali 'Imran [3]: 7 agar tafsir tersebut mampu menjawab isu-isu modern seperti perkembangan sains dan teknologi. Agar diperoleh hasil tafsir yang relevan dengan modernitas tanpa menyimpang dari prinsip-prinsip keislaman, cara berikut yang paling tepat dilakukan adalah...
A. Dengan mengutamakan takwil rasional sepenuhnya atas ayat mutasyabihat demi relevansi modern.
B. Dengan mengedepankan ijtihad dengan merujuk pada tafsir klasik untuk merespon dinamika zaman
C. Dengan menolak pendekatan takwil terhadap ayat mutasyabihat demi menjaga kesucian makna aslinya.
D. Dengan mengintegrasikan pemahaman ayat muhkamat dalam menafsirkan ayat mutasyabihat secara kontekstual dan metodologis.
E. Dengan mengadopsi sepenuhnya tafsir sufistik yang bersifat simbolik untuk memahami pesan tersembunyi ayat mutasyabihat.
Kunci Jawaban: D. Dengan mengintegrasikan pemahaman ayat muhkamat dalam menafsirkan ayat mutasyabihat secara kontekstual dan metodologis.
6. Seorang guru merencanakan pembelajaran mengenai ayat muhkamat dan mutasyabihat dengan pendekatan Problem-Based Learning (PBL). Dalam konteks ini, guru ingin agar peserta didik dapat menganalisis tafsir atas ayat-ayat tersebut berdasarkan struktur keilmuan dengan tetap mempertimbangkan karakteristik peserta didik yang beragam. Opsi berikut yang paling tepat dipilih dalam merancang tujuan pembelajaran yang sesuai adalah...
A. Merancang tujuan pembelajaran yang mengharuskan peserta didik menghafal tafsir ayat muhkamat dan mutasyabihat sesuai konteks sosial atau budaya
B. Menyusun tujuan pembelajaran yang mengharuskan peserta didik mampu mengevaluasi tafsir ayat muhkamat dan mutasyabihat secara analitis dan kritis, serta mengaitkan pemahaman tersebut dengan masalah sosial yang relevan.
C. Mengarahkan tujuan pembelajaran agar peserta didik dapat menghafal definisi ayat muhkamat dan mutasyabihat dan mengaitkan dengan permasalahan kontekstual atau aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari.
D. Menyusun tujuan pembelajaran yang mengharuskan peserta didik untuk hanya mengetahui jenis-jenis ayat muhkamat dan mutasyabihat melalui diskusi atau penerapan langsung dalam kehidupan mereka.
E. Merancang tujuan pembelajaran yang menekankan pada pengetahuan teoritis tentang ayat muhkamat dan mutasyabihat tanpa melibatkan keterampilan berpikir kritis atau analitis.
Kunci Jawaban: B. Menyusun tujuan pembelajaran yang mengharuskan peserta didik mampu mengevaluasi tafsir ayat muhkamat dan mutasyabihat secara analitis dan kritis, serta mengaitkan pemahaman tersebut dengan masalah sosial yang relevan.
7. Dalam pelaksanaan pembelajaran klasifikasi hadis menggunakan pendekatan project-based learning (PjBL), guru membagi peserta didik dalam kelompok untuk menyusun proyek visual yang menjelaskan perbedaan antara hadis shahih, hasan, dan dhaif. Berdasarkan struktur keilmuan dan karakteristik peserta didik yang beragam, strategi analitis yang paling tepat dilakukan guru agar tujuan pembelajaran tercapai secara efektif adalah ..
Baca tanpa iklan