Kunci Jawaban 60 Soal Try Out PAI Paket 1 PPG Kemenag 2025 Batch 4, Dapat Skor 100
Simak kunci jawaban 60 soal try out mapel Pendidikan Agama Islam (PAI) tema PAI Paket 1 dalam PPG Kemenag 2025 batch 4. Dapat skor 100.
Penulis:
Sri Juliati
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
A. Menyerahkan seluruh tanggung jawab proyek kepada siswa tanpa arahan, agar mereka belajar secara mandiri.
B. Mengarahkan seluruh kelompok untuk membuat proyek dengan format dan isi yang sama agar pembelajaran lebih efisien.
C. Memberi kebebasan penuh kepada siswa tanpa mengaitkan proyek dengan struktur keilmuan klasifikasi hadis.
D. Membimbing kelompok sesuai dengan gaya belajar masing-masing, lalu mengevaluasi proyek berdasarkan pemahaman terhadap unsur sanad, matan, dan derajat hadis.
E. Menyediakan jawaban lengkap di awal agar siswa langsung menyalin dalam proyek mereka tanpa perlu menganalisis isi hadis.
Kunci Jawaban: D. Membimbing kelompok sesuai dengan gaya belajar masing-masing, lalu mengevaluasi proyek berdasarkan pemahaman terhadap unsur sanad, matan, dan derajat hadis.
8. Seorang guru menggunakan pendekatan discovery-based learning (DBL) saat mengevaluasi pemahaman peserta didik terhadap materi rahasia takdir dan kaitannya dengan iman kepada hari akhir. Berdasarkan pendekatan tersebut dan karakteristik peserta didik yang memiliki latar belakang pemahaman beragam, strategi evaluasi yang paling tepat untuk mendorong analisis kritis peserta didik terhadap materi adalah...
A. Memberikan soal pilihan ganda dengan jawaban tunggal agar penilaian cepat dan objektif
B. Meminta peserta didik menyalin kembali penjelasan guru tentang takdir dan hari akhir sebagai bentuk penguatan hafalan
C. Menyuruh peserta didik membaca buku teks dan mencatat poin penting tanpa refleksi atau diskusi.
D. Menjelaskan langsung hubungan antara takdir dan hari akhir dan memberi ruang eksplorasi kepada peserta didik.
E. Mengajak peserta didik menemukan sendiri keterkaitan antara takdir dan iman kepada hari akhir melalui studi kasus dan diskusi kelompok
Kunci Jawaban: E. Mengajak peserta didik menemukan sendiri keterkaitan antara takdir dan iman kepada hari akhir melalui studi kasus dan diskusi kelompok
9. Dalam merancang materi ajar tentang pembentukan akhlak karimah sebagai pilar karakter bangsa menggunakan pendekatan TPACK, guru harus memperhatikan tiga aspek utama: teknologi, pedagogi, dan konten. Berikut langkah awal yang paling logis dalam menyusun alur materi ajar tersebut sesuai dengan karakteristik peserta didik, yaitu...
A. Menentukan tujuan pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai akhlak karimah, pendekatan pembelajaran yang sesuai, dan media teknologi pendukung.
B. Menentukan aplikasi digital yang populer di kalangan siswa sebelum menentukan isi materi.
C. Menyusun daftar tokoh bangsa yang berprestasi dan mengaitkan prestasinya dengan nilai akhlak.
D. Langsung membuat kuis online berdasarkan kompleksitas isi materi pembelajaran.
E. Menyalin materi dari buku teks lalu membagikannya tanpa adaptasi terhadap kebutuhan siswa.
Kunci Jawaban: A. Menentukan tujuan pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai akhlak karimah, pendekatan pembelajaran yang sesuai, dan media teknologi pendukung.
10. Seorang guru akan melaksanakan pembelajaran fiqih kontemporer dengan pendekatan deep learning. Agar sesuai dengan karakteristik peserta didik yang aktif dan kritis, guru harus menyusun alur pembelajaran yang logis dan bermakna. Berikut merupakan langkah penerapan yang paling tepat dilakukan guru dalam pelaksanaan tujuan pembelajaran tersebut, yaitu...
A. Menyampaikan seluruh materi secara ceramah agar siswa dapat menyerap informasi dengan cepat.
B. Memberikan rangkuman materi fiqih kontemporer lalu meminta siswa menghafalkannya.
C. Mengajak siswa mengamati fenomena sosial terkini, lalu membimbing mereka menemukan sendiri konsep fiqih kontemporer yang relevan.
D. Membagikan materi dalam bentuk artikel ilmiah tanpa penjelasan dan meminta siswa menyelesaikan soal.
E. Menugaskan siswa untuk membuat presentasi tanpa arahan tentang isi fiqih kontemporer.
Kunci Jawaban: C. Mengajak siswa mengamati fenomena sosial terkini, lalu membimbing mereka menemukan sendiri konsep fiqih kontemporer yang relevan.
11. Dalam menerapkan model pelayanan konseling untuk materi ajar transformasi peradaban Islam, seorang guru perlu mengevaluasi tujuan pembelajaran agar sesuai karakteristik peserta didik. Berikut adalah urutan (alur) materi ajar yang paling logis untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu...
A. Mengidentifikasi nilai-nilai peradaban Islam →Menganalisis dampak transformasi sejarah →Menghubungkan dengan konteks kehidupan modern →Merefleksikan relevansinya bagi peserta didik.
B. Menghafal periode penting peradaban Islam →Menyajikan fakta Memberikan tugas proyek dengan panduan.
C. Memulai dengan isu kontemporer → Menjelaskan akar sejarah Fokus pada debat dalam diskusi.
D. Membandingkan peradaban Islam dan Barat secara konfrontatif →Menyimpulkan dengan refleksi kritis.
E. Mempelajari tokoh dalam konteks sejarah Menghubungkan konteksnya dengan konteks saat ini→ Menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
Kunci Jawaban: A. Mengidentifikasi nilai-nilai peradaban Islam →Menganalisis dampak transformasi sejarah →Menghubungkan dengan konteks kehidupan modern →Merefleksikan relevansinya bagi peserta didik.
12. Dalam merencanakan kegiatan aksi pada program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), guru perlu menyusun strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Berikut adalah langkah pengembangan materi ajar yang paling tepat untuk mengintegrasikan nilai-nilai P5 secara efektif, yaitu....
A. Menghafal sila-sila Pancasila → Memberikan contoh kasus → Menilai berdasarkan kuis tertulis.
B. Mengidentifikasi nilai-nilai P5 yang relevan dengan konteks peserta didik → Merancang proyek kolaboratif berbasis masalah lokal → Mengevaluasi dampak pembelajaran melalui refleksi kritis.
C. Menyampaikan materi tentang Pancasila → Memberikan tugas individu dengan umpan balik → Memperhatikan konteks sosial peserta didik.
D. Fokus pada aspek kognitif nilai-nilai P5 → Menggunakan metode pembelajaran sesuai - Melibatkan peserta didik dalam praktik nyata.
E. Mengadakan lomba cerdas cermat Pancasila → Menekankan kompetisi antar siswa → Mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari.
Baca tanpa iklan