Perjalanan Marvel dan Louise Kibarkan Merah Putih ke Panggung Dunia, Berawal dari Hukuman
Marvel di panggung internasional belajar satu hal penting: olimpiade bukan semata tentang kecerdasan
Perjalanan Marvel perlahan menular ke sang adik, Louise.
Saat itu Louise baru berusia enam tahun.
Ketertarikannya pada olimpiade tidak lahir dari ambisi prestasi, melainkan dari keinginan yang sangat polos: ingin berdiri di atas panggung sambil mengibarkan bendera Indonesia.
Dari rasa penasaran itu, Louise mulai mencoba berbagai kompetisi.
Pada Juli 2025, ia meraih Premier Award (Highest Score) kategori Bahasa Inggris dan medali emas kategori Matematika dalam kompetisi internasional di Hong Kong.
Dalam waktu sekitar satu tahun, Louise telah mengoleksi lebih dari 20 medali dari olimpiade Matematika dan Bahasa Inggris.
Bagi Marvel dan Louise, olimpiade adalah ruang belajar—tentang mencoba, gagal, berlatih lagi, dan mengenal diri sendiri.
Keduanya tetap menjalani masa kecil dengan beragam aktivitas.
Marvel aktif di basket dan karate, serta menekuni seni seperti piano, biola, gitar, dan teater musikal.
Ia juga melatih public speaking dan leadership, yang membantunya lebih percaya diri bertemu orang-orang dari latar belakang berbeda.
Hari ini, Marvel dan Louise masih terus belajar dan berproses.
Dari pengalaman yang bermula sebagai “hukuman” kecil, mereka menemukan jalan untuk tumbuh, mengenal dunia, dan perlahan membawa Merah Putih ke panggung internasional—tanpa tergesa, tanpa berlebihan, dengan cara mereka sendiri.
(*)
Baca tanpa iklan