Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dari Hukuman Main Game, Marvel Rasendria Herdian ke Panggung Olimpiade Matematika Dunia

Kisah inspiratif datang dari Marvel Rasendria Herdian. Ia mengibarkan bendera Merah Putih di Panggung Olimpiade tingkat dunia. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Yulis
zoom-in Dari Hukuman Main Game, Marvel Rasendria Herdian ke Panggung Olimpiade Matematika Dunia
Tribunnews.com
Kisah inspiratif datang dari Marvel Rasendria Herdian. Ia mengibarkan bendera Merah Putih di Panggung Olimpiade tingkat dunia. 

Ringkasan Berita:
  • Marvel dan Louise menapaki olimpiade internasional dengan mimpi sederhana: mengibarkan Merah Putih di panggung dunia.
  • Awalnya dia dihukum karena lebih suka nonton dan main gim daripada fokus mengerjakan tugas sekolah.
  • Tanpa ekspektasi apa pun, bocah kelas 2 SD ini mengikuti Asia International Mathematical Olympiad (AIMO). 

 

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Kisah inspiratif datang dari Marvel Rasendria Herdian. Ia mengibarkan bendera Merah Putih di Panggung Olimpiade tingkat dunia. 

Cerita ini tidak dimulai dari mimpi besar menjadi juara dunia. Awalnya justru sangat sederhana dan terasa dekat dengan kehidupan banyak anak: lebih suka nonton dan main gim daripada fokus mengerjakan tugas sekolah.

Baca juga: Juara Indonesia Masters 2026, Alwi Farhan Bidik All England hingga Olimpiade

Bagi Marvel Rasendria Herdian  momen ini menjadi perkenalannya dengan “hukuman positif”; bukan berupa larangan atau penyitaan gawai, tetapi ajakan mencoba olimpiade sebagai cara menyalurkan energi dan rasa ingin tahunya ke tantangan baru yang lebih terarah.

Rekomendasi Untuk Anda

Tanpa ekspektasi apa pun, bocah kelas 2 SD ini mengikuti Asia International Mathematical Olympiad (AIMO). 

Ia mengerjakan soal, belajar dari prosesnya, dan tidak terlalu memikirkan hasil. Namun dari langkah pertamanya itu, Marvel justru meraih medali emas dan lolos ke babak final internasional di Malaysia.

Ketika Pintar Saja Tidak Selalu Cukup

Di babak final AIMO, Marvel menghadapi pengalaman yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. 

Dari lebih dari 2.000 peserta internasional, hanya sekitar 20 peserta berasal dari Indonesia. Jumlah kontingen, suasana kompetisi, dan sorakan dari negara lain sempat membuatnya merasa gugup.

Di sekolah, Marvel dikenal sebagai siswa dengan prestasi akademik yang sangat baik. 

Namun dari pengalaman ini, ia mulai memahami bahwa olimpiade bukan hanya tentang kemampuan akademik, melainkan juga tentang mental, keberanian, dan kesiapan berada di ruang yang jauh lebih besar.

Satu momen yang paling membekas adalah ketika para pemenang berdiri di atas panggung sambil mengibarkan bendera negara masing-masing. Dari sana, Marvel memiliki keinginan sederhana: ingin terus membawa Merah Putih di panggung internasional.

Menjalani Proses, Pelan-Pelan

Sejak saat itu, Marvel mulai rutin mengikuti berbagai kompetisi nasional dan internasional. Ia belajar mengatur waktu, mengurangi waktu bermain, dan membiasakan diri berlatih, termasuk saat libur sekolah. 

Namun baginya, proses ini tidak selalu tentang menang, melainkan tentang belajar konsisten dan memahami kemampuan diri sendiri.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas