Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 104 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi, Ayo Membaca
Soal ini terdapat pada buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kelas 6 Kurikulum Merdeka edisi Revisi pada Halaman 104, bagian Ayo, Membaca.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Garudea Prabawati
TRIBUNNEWS.COM - Dalam buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi 2025 untuk kelas VI SD/MI, pembelajaran tidak hanya mengajak peserta didik memahami fakta sosial dan sejarah, tetapi juga menumbuhkan nilai karakter melalui kisah masa lalu bangsa.
Siswa diajak memahami bahwa keberagaman keyakinan, tradisi, dan kekuasaan pada masa lampau justru dapat melahirkan kehidupan yang rukun ketika dilandasi sikap saling menghormati.
Salah satu nilai penting yang ditekankan adalah toleransi.
Konsep ini tidak hanya dijelaskan secara teori, tetapi diperlihatkan melalui peristiwa sejarah dan bukti budaya, sehingga siswa dapat melihat contoh nyata bagaimana toleransi dipraktikkan oleh para pemimpin dan masyarakat terdahulu.
Materi ini terdapat pada buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi 2025 untuk SD/MI Kelas VI karya Amalia Fitri dkk, yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Soal yang dibahas berada pada Bab 4: Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa, tepatnya pada bagian “Ayo, Membaca” dengan teks berjudul Belajar Toleransi dari Mataram Kuno.
Melalui bacaan tersebut, siswa diajak menelaah praktik toleransi pada masa Kerajaan Mataram Kuno, mulai dari keberagaman agama hingga wujud akulturasi budaya dalam bangunan candi.
Berikut adalah kunci jawaban IPAS Kelas 6 halaman 104 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi pada bagian Ayo, Membaca, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendamping belajar bagi siswa, guru, dan orang tua.
Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 104 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi
Ayo, Membaca
Bacalah teks berikut!
Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 98 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi, Ayo Menyelidiki
Siapkan buku catatanmu, dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Keberagaman apa saja yang terdapat di Kerajaan Mataram Kuno?
2. Mengapa Candi Plaosan merupakan simbol toleransi?
Belajar Toleransi dari Mataram Kuno
Mataram Kuno adalah salah satu kerajaan besar yang pernah berdiri di Indonesia pada abad ke-8 sampai ke-11 Masehi. Pada masa awal berdirinya, kerajaan ini diperintah oleh Raja Sanjaya yang beragama Hindu. Pada masa pemerintahannya, Mataram Kuno maju pesat dan menjadi tujuan para pendeta untuk belajar agama Hindu. Setelah Raja Sanjaya wafat, kedudukannya digantikan oleh putranya, yaitu Raja Panangkaran.
Setelah Raja Panangkaran wafat, Kerajaan Mataram Kuno terpecah menjadi dua. Saat itu Agama Buddha sudah banyak dianut oleh masyarakatnya. Kerajaan bagian utara diperintah oleh Dinasti Sanjaya yang bercorak Hindu, dan kerajaan bagian Selatan diperintah oleh Dinasti Syailendra yang bercorak Buddha.
Namun, Mataram Kuno kembali bersatu pada masa pemerintahan Rakai Pikatan, putra dari Raja Panangkaran. Pada masa ini, terjadi pernikahan antara Rakai Pikatan yang berasal dari Dinasti Sanjaya dengan Pramodawardhani yang berasal dari Dinasti Syailendra. Selama memerintah, keduanya menjunjung sikap toleransi sehingga masyarakatnya pun hidup rukun berdampingan meskipun berbeda agama.
Baca tanpa iklan