Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 10 Kurikulum Merdeka Halaman 135: Uji Kompetensi
Kunci jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 10 halaman 135 berisi soal bentuk negara kesatuan. Siswa diminta membaca teks sebelum mengisi jawaban
Penulis:
Faisal Mohay
Editor:
Endra Kurniawan
TRIBUNNEWS.COM - Kunci jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 10 Kurikulum Merdeka halaman 135 disediakan sebagai bahan referensi sekaligus panduan belajar bagi siswa.
Tujuannya untuk membantu siswa memahami materi yang sedang dipelajari.
Dengan adanya kunci jawaban ini, siswa dapat membandingkan hasil pekerjaan mereka dengan jawaban yang benar sehingga lebih mudah menemukan kesalahan dan memperbaikinya.
Sebelum melihat kunci jawaban, sangat dianjurkan agar siswa terlebih dahulu berusaha mengerjakan soal secara mandiri.
Pada buku Pendidikan Pancasila Kelas 10 halaman 135 Kurikulum Merdeka yang ditulis oleh Sri Cahyati, Siti Nurjanah, Ali Usman, dan diterbitkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2021, terdapat latihan yang berkaitan dengan materi Bab 3, yaitu Mengelola Kebinekaan sebagai Modal Sosial Pembangunan Nasional.
Pendidikan Pancasila Kelas 10 Halaman 135
1. Uraikan cara yang bisa kalian lakukan untuk mempromosikan semboyan bhinneka tunggal ika!
Jawaban:
Melalui pendidikan: Menyisipkan nilai toleransi dan keberagaman dalam kurikulum sekolah.
Media sosial & kampanye publik: Membuat konten kreatif (video, poster, artikel) yang menekankan pentingnya persatuan dalam keberagaman.
Kegiatan budaya: Mengadakan festival seni, musik, atau kuliner yang menampilkan keragaman budaya Indonesia.
Teladan sehari-hari: Menunjukkan sikap menghargai perbedaan dalam interaksi sosial.
Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 266 Aktivitas 10.3, Bab 10 Kurikulum Merdeka
2. Jelaskan penerapan bhinneka tunggal ika dalam kehidupan di sekolah dan masyarakat! Tuliskan masing-masing satu contoh!
Jawaban:
Di sekolah: Siswa dari latar belakang berbeda bekerja sama dalam satu tim saat lomba atau proyek.
Contoh: Tim kelas terdiri dari siswa berbagai suku, namun tetap kompak menyelesaikan tugas kelompok.
Di masyarakat: Warga dengan agama berbeda saling membantu saat ada kegiatan sosial.
Contoh: Gotong royong membangun fasilitas umum tanpa memandang perbedaan keyakinan.
Baca tanpa iklan