Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Guru di Wilayah 3T NTB Kawal SPMB 2026 Bebas Pungli, Jemput Bola hingga Dampingi Orang Tua

Guru di wilayah 3T NTB aktif mendampingi orang tua dan calon siswa dalam proses SPMB 2026 agar berjalan transparan dan bebas pungli.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Nuryanti
zoom-in Guru di Wilayah 3T NTB Kawal SPMB 2026 Bebas Pungli, Jemput Bola hingga Dampingi Orang Tua
HO/IST
ILUSTRASI SPMB 2026 - Guru di wilayah 3T NTB aktif mendampingi orang tua dan calon siswa dalam proses SPMB 2026 agar berjalan transparan dan bebas pungli. Sejumlah sekolah melakukan strategi jemput bola, sosialisasi langsung, hingga pendampingan administrasi untuk membantu masyarakat memahami proses pendaftaran. 

Ringkasan Berita:
  • Guru di wilayah 3T NTB aktif mendampingi orang tua dan calon siswa dalam proses SPMB 2026 agar berjalan transparan dan bebas pungli.
  • Dinas Pendidikan NTB menegaskan seluruh sekolah wajib menjalankan SPMB secara objektif, akuntabel, serta melarang praktik gratifikasi dan percaloan.
  • Sejumlah sekolah melakukan strategi jemput bola, sosialisasi langsung, hingga pendampingan administrasi untuk membantu masyarakat memahami proses pendaftaran.

TRIBUNNEWS.COM - Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, guru di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Nusa Tenggara Barat (NTB) turun langsung mendampingi orang tua dan calon peserta didik agar proses pendaftaran berjalan lancar, transparan, dan bebas pungutan liar (pungli).

Komitmen tersebut diperkuat melalui Surat Edaran Nomor 400.3/1666.UM/05/DIKPORA/2026 tentang Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang Bebas Pungli dan Gratifikasi yang diterbitkan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Melalui kebijakan itu, seluruh satuan pendidikan diminta memastikan pelaksanaan SPMB berlangsung objektif, profesional, transparan, dan akuntabel.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTB, Syamsul Hadi, menegaskan seluruh proses SPMB wajib menjunjung tinggi integritas dan profesionalitas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Seluruh proses SPMB harus dilaksanakan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Kami juga menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan SPMB dilarang melakukan pungutan di luar ketentuan, menerima gratifikasi, maupun melakukan praktik percaloan dan titipan," ujar Syamsul, dikutip dari kemendikdasmen.go.id, Kamis (21/5/2026).

Ia juga meminta seluruh sekolah memasang imbauan SPMB bebas pungli dan gratifikasi di lingkungan sekolah sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, pengawasan internal diminta diperkuat agar seluruh panitia memahami dan menjalankan aturan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sekolah di Lombok Timur Siapkan Strategi SPMB 2026

Kepala SDN 1 Puncak Jeringo, Kabupaten Lombok Timur, Agus Setiawan, mengatakan sekolahnya telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan pelaksanaan SPMB 2026 berjalan tertib dan lancar.

Menurut Agus, persiapan dilakukan melalui koordinasi bersama guru dan tenaga kependidikan, termasuk pembentukan panitia hingga pembagian tugas teknis pelaksanaan.

"Alhamdulillah, sekolah kami sudah siap melaksanakan SPMB tahun ini. Kami telah mengadakan rapat bersama seluruh rekan guru, membentuk kepanitiaan, membagi tugas masing-masing, serta menyepakati teknis pelaksanaan dan strategi promosi untuk meningkatkan jumlah peserta didik baru tahun ini," ujarnya.

Baca juga: Apa Itu SPTJM yang Digunakan untuk Daftar SPMB DKI Jakarta 2026, Berikut Cara Mengunduhnya

Selain fokus pada pelaksanaan SPMB, SDN 1 Puncak Jeringo juga berencana membuka layanan PAUD Satu Atap guna memperluas akses pendidikan masyarakat di wilayah tersebut.

Agus mengungkapkan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait rencana pembukaan layanan PAUD tersebut.

"Saya sudah dua kali melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, karena insya Allah tahun ini sekolah kami berencana mulai membuka jenjang PAUD Satu Atap di lingkungan sekolah. Hal ini menjadi langkah dan harapan besar bagi kami untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih lengkap dan berkelanjutan," tutur Agus.

Guru Jemput Bola dan Sosialisasi Langsung ke Rumah Warga

Untuk meningkatkan jumlah peserta didik baru, pihak sekolah juga melakukan sosialisasi secara langsung maupun melalui media sosial.

Bahkan, strategi jemput bola dilakukan dengan mendatangi rumah calon peserta didik usia sekolah.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas