Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ibadah Pejuang Energi Layani Pemudik dengan Hati

Tahun ini, Tol Trans Sumatera menjadi pilihan pemudik menuju kota Palembang, Padang, Pekanbaru, bahkan Medan.

Ibadah Pejuang Energi Layani Pemudik dengan Hati
dok. Pertamina
Di Bulan Suci Ramadhan ini, baik Ridho dan Riyan juga tetap menjaga puasanya meskipun harus menghadapi panas terik di siang hari, hujan, dan lelah mengatur pengisian BBM ke mobil pemudik. 

Lampung, 3 Juni 2019 – Ada yang tidak pulang demi pulangnya kita, kalimat ini sering kita dengar menjelang Hari Raya Idul Fitri merujuk kepada para orang yang tetap bekerja selama masa libur lebaran.

Sebut saja pilot, masinis, nahkoda, supir bus, dan tidak terkecuali operator SPBU.

Tahun ini, Tol Trans Sumatera menjadi pilihan pemudik menuju kota Palembang, Padang, Pekanbaru, bahkan Medan.

Di sepanjang ruas tol ini, bertugas Ridho dan Riyan sebagai operator SPBU Modular di Kilometer 87A dan Raflesia di Km 115A, keduanya merupakan pejuang energi Pertamina untuk melayani pemudik menuju kampung halamannya.

“Ditempat kami, baik operator dan kepala SPBU Modular bekerja 24 jam melayani arus mudik dan balik nanti. Yang pasti disaat puasa dan nanti hari lebaran waktu bersama keluarga menjadi berkurang, tapi kami yakinkan ini sebagai ibadah melayani pemudik,” ujar Ridho dan Riyan.

Di Bulan Suci Ramadhan ini, baik Ridho dan Riyan juga tetap menjaga puasanya meskipun harus menghadapi panas terik di siang hari, hujan, dan lelah mengatur pengisian BBM ke mobil pemudik.

“Ibadah tetap dilaksanakan, untuk Solat misalkan kami harus bergantian dan melihat kondisi antrian pemudik,” ungkapnya.

Raflesia juga menceritakan suka dukanya melayani pemudik di ruas Tol Trans Sumatera Km 115A.

Selain harus menjaga fisik agar tidak kelelahan dan mengatur waktu, Raflesia mengungkapkan menjaga emosi menjadi hal yang lebih berat untuk dilakukan.

“Terkadang namanya antrian, ada saja pemudik yang tidak sabar dan kami operator kadang jadi kena ‘semprot’ pemudik karena ingin diisi BBM-nya. Yang pasti harus sabar dan tetap mengatur antrian. Kami dari Pertamina juga memastikan terus stoknya, jadi pasti kebagian,” kata Raflesia.

Hingga Minggu atau H-3 lebaran, pejuang energi yang setiap harinya melayani pemudik masih terus siaga mengorbankan waktunya bersama keluarga untuk menjalankan amanah.

General Manager Pertamina Marketing Operation Region II Sumbagsel, Primarini sangat bangga dan menaruh rasa hormat bagi para operator SPBU ini.

“Mereka ada ujung tombak Pertamina di Tol Trans Sumatera, tanpa dedikasi mereka tentunya dapat menganggu kelancaran distribusi. Kami sangat mengapresiasi apa yang mereka lakukan, pada kesempatan ini kami hanya bisa memberikan tambahan paket bingkisan pada mereka, semoga bisa dimanfaatkan bersama keluarga setelah lebaran,” kata Primarini.

Selain itu, Primarini jug mengajak operator aktif berinteraksi dan meningkatkan silaturahmi dengan pemudik yang sedang mengisi BBM.

“Kami membagilan sedikit bingkisan makanan kecil dan minuman yang bisa mereka gunakan untuk membatalkan puasanya,” tutup Primarini.(*)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas