Akhirnya Saya Temukan Sayur Juga (1)
ADA satu anekdot tentang masyarakat Afrika pada umumnya dan Afrika Selatan (Afsel) pada khususnya. Tubuh atawa badan mereka terbilang besar karena saban hari santapan utama adalah daging.
Editor:
OMDSMY Novemy Leo
Di sana ada daun So, kol dan setumpuk kangkung yang sangat menggiurkan. Tak pelak, saya pun langsung bertanya pada sang pemilik toko, yang memiliki nama latin Tina dan nama Cina Lee Ti Na.
"Benar, itu sayuran segar ala Asia, seperti asal Anda Indonesia. Kami mengambilnya langsung dari tanah leluhur kami, dan beberapa jenis saya tanam sendiri di belakang rumah. Saya punya pelanggan sendiri, dan saya senang dengan mereka, karena sayuran saja selalu segar," sebut Tina, yang masih sedikit susah berbahasa Inggris.
Harga yang dibandrol pun tidak terlalu mahal, dengan rataan hanya 10-20 Rand atau sekitar Rp 13 ribu-Rp 26 ribu untuk lima ikat. Walhasil, seperti orang kalap, saya pun memborong.
Dalam bayangan saya, besok bakal menjadi sarapan ternikmat dengan memnbuat sop segar, karena saya sudah memiliki cadangan nasi ala Indonesia. Sruupp...nikmat terasa.
Baca tanpa iklan