Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Di Masa Tenang Ini, Pemda Harus Sosialisasi Prokes

Hingga hari ke-71, diketahui terdapat 1.520 kasus pelanggaran kampanye atau sebesar 2,2 persen dari 75 ribu

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Di Masa Tenang Ini, Pemda Harus Sosialisasi Prokes
KOMPAS/PRIYOMBODO
Ilustrasi Pilkada. 

Doakan secara khusus dengan penuh khusyuk, agar seluruh pasangan calon kepada
daerah dan calon wakil kepala daerah yang diusung dan didukung oleh PKS Allah SWT
izinkan untuk meraih kemenangan dalam Pilkada Serentak tahun 2020,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syaikhu mengingatkan kembali kepada seluruh pasangan calon kepala
daerah, struktur, dan kader akan pentingnya meraih kemenangan yang bermartabat
dan penuh berkah.

“Kontestasi Pilkada pada hakikatnya merupakan kontestasi amal
shalih. Niat kita untuk mencapai tujuan mulia memberi kebermanfaatan dan turut

berkontribusi membangun bangsa. Allah yang memberi dan mempergilirkan kekuasaan,
tugas kita menjemput kemenangan yang bermartabat dan penuh berkah,” pungkas
Syaikhu.

Kerumunan Pilkada

Eks Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) juga memberikan tanggapan soal beda
kerumunan Pilkada Serentak dan kerumunan yang diciptakan pengikut Rizieq Shihab
beberapa waktu lalu.

JK mengatakan kasus konfirmasi covid-19 di Indonesia tergolong rendah dibandingkan dengan negara lainnya yang memiliki penduduk ratusan juta seperti Amerika dan India.

Rekomendasi Untuk Anda

Banyak faktor yang dapat menyebabkan jumlah kasus covid-19 meningkat di sejumlah
negara, termasuk terkait faktor kedisiplinan masyarakat dan faktor kebijakan
pemerintah.

“Tidak bisa dibandingkan kerumunan Pilkada dengan kerumunan habib
Rizieq,” kata JK.

JK mengatakan jumlah kerumunan yang diciptakan karena kepulangan Rizieq Shihab
beberapa waktu lalu diluar dugaan kesiapan pemerintah untuk mengatasi kerumunan.

“Memang jauh jumlahnya. Memang orang terkejut, kami terkejut, pemerintah juga tidak
siap karena laporan intelegent yang memperkirakan ada 5000-6000 di airport padahal
berkali-kali lipat,” ujarnya.

Menurutnya penyelenggaraan Pilkada tentu akan berbeda, karena Pilkada sudah
dipersiapkan secara matang oleh pemerintah.

“Pilkada saya kira tidak seperti itu memang pada awalnya saja, pada saat pendaftaran di bulan Juli-Agustus lalu,” katanya.

Ia mengatakan puncak gelombang covid-19 diperkirakan akan terjadi diakhir
tahun 2020 hingga awal 2021, sebelum akhirnya vaksin siap. Vaksin dijelaskannya
bukan sebagai obat covid-19, namun sebagai penjaga imunitas agar masyarakat tidak
mudah tertular covid-19.

Oleh karena itu ia kembali mengingatkan masyarakat disiplin dalam 3 M, yakni
memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Sedangkan pemerintah
melakukan tracking, testing, dan tracing.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas