Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pilpres 2019

Kubu Jokowi Pastikan Paket Kebijakan Ekonomi XVI Tak Akan Sengsarakan Pengusaha Lokal

Arsul menegaskan, Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang dirilis Presiden Jokowi tidak akan merugikan pengusaha lokal.

Kubu Jokowi Pastikan Paket Kebijakan Ekonomi XVI Tak Akan Sengsarakan Pengusaha Lokal
arsul sani 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arsul Sani, menanggapi kritik capres nomor urut 02 Prabowo Subianto terkait paket kebijakan ekonomi Presiden Jokowi.

Prabowo menyebut paket kebijakan ekonomi itu menyengsarakan pengusaha lokal.

Arsul menegaskan, Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang dirilis Presiden Jokowi tidak akan merugikan pengusaha lokal.

"Ya tidak (menyengsarakan). Maksudnya adalah berarti kita membuka investor asing untuk menanamkan modal di sini, membangun industri di sini," kata Arsul Sani di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2018).

"Hanya tentu harapan kita, ketika investor asing itu masuk ke sini menanamkan modal, menyerap tenaga kerja, membayar pajak, yang lebih penting lagi, orientasi hasil produknya terutama pasarnya, tidak hanya untuk dalam negeri tapi juga untuk mendorong ekspor," sambungnya.

Baca: Kubu Jokowi Nilai Tidak Pantas Amien Rais Mau Menjewer Ketua Muhammadiyah

Selain itu, Arsul menyebut, pemerintah membuka pintu masuk bagi pihak asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia bukan hal baru.

Ia menilai, apa yang dilakukan Jokowi lebih masif dilakukan di era kepresidenan Soeharto melalui Undang-undang No. 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing.

Untuk itu, ia meyakini bahwa di perkembangan era globalisasi saat ini tidak mungkin melibatkan modal asing dalam membangun perekonomiannya.

Terpenting, kata Arsul, pemerintah tetap menutup investasi asing di sektor industri strategis seperti persenjataan.

"Bagi kami yang penting, beberapa bidang usaha yang sejak awal itu dikatakan tidak boleh dimasuki asing kan masih tetap. Contoh, pabrik senjata. Itu kan tidak kemudian direlaksasi," ujar Arsul.

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas