Persiapkan Diri Hadapi Debat Kedua, Prabowo Soroti Diversifikasi Energi
Adapun menurut Sudirman Said dalam debat nanti, Prabowo Subianto akan menyoroti diversifikasi energi
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Presiden Prabowo Subianto terus mempersiapkan diri menghadapi debat ke dua pada 17 Februari mendatang.
Seperti pada sesi perdana, menjelang debat, Prabowo Subianto akan berdiskusi dengan sejumlah pakar di bidang energi, lingkungan hidup, infrastruktur, pangan, dan sumber daya alam yang menjadi tema debat.
Baca: Maruf Amin Optimistis Jokowi Menang Debat dari Prabowo
"Mas Dradjad Wibowo termasuk yang kita undang kemudian orang-orang yang berkecimpung di energi pasti kita undang, yang pangan juga, sebagian mungkin karena beliau dosen atau ASN agak tidak berkenan untuk dipublis, sehingga kami hormati mereka tapi mereka berkontribusi," ujar direktur Materi dan Debat Sudirman Said di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, (23/1/2019).
Baca: Terkuak Ada Seribu Video Porno Artis di Ponsel Mucikari, Diduga Terkait Prostitusi Online
Adapun menurut Sudirman Said dalam debat nanti, Prabowo Subianto akan menyoroti diversifikasi energi.
Prabowo Subianto ingin ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dikurangi, baik dalam jangka menengah dan jangka panjang,
"Selain itu, Impor BBM harus dikelola, tapi kekuatan energi baru terbarukan harus dibangun secara maksimal karena memang kita potensinya besar sekali," kata Sudirman Said.
Baca: Surat Pengantar Nikah Ahok dan Bripda Puput Rampung, Diurus Seminggu Sebelum Bebas
Menurut Sudirman Said, rencana tersebut sudah sejalan dengan Unang-undang energi yang ada sekarang ini.
Baca: Ditanya Validitas Polling Twitter pasca Debat Pilpres, Fadli Zon Sebut Paslon 01 Dipilih Robot
Hanya saja praktiknya pada pemerintahan sekarang ini pembangunan energi terbarukan masih kurang diperhatikan.
"Pembangunan energi baru ditinggal, market sama sekali tidak merasa diapresiasi dari sisi penguatan energi baru terbarukan," ucap Sudirman Said.