Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Gerah Dianggap Antek Asing dan PKI, Jokowi Sebut Ada Teori Propaganda Asal Rusia

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyebut ada sejumlah isu miring yang dialamatkan kepada dirinya merupakan model teori propaganda ala Rusia.

Gerah Dianggap Antek Asing dan PKI, Jokowi Sebut Ada Teori Propaganda Asal Rusia
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Capres nomor urut 01 Jokowi memberikan arahan saat Deklarasi Sedulur Kayu dan Mebel untuk Jokowi di De Tjolomadoe Convention Hall, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Minggu (3/2/2019). 

TribunSolo.com/Asep Abdullah Rowi

TRIBUNNEWS.COM, KARANGANYAR - Calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyebut ada sejumlah isu miring yang dialamatkan kepada dirinya merupakan model teori propaganda ala Rusia.

Menurut capres yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin itu, sejumlah isu yang menyasar dirinya di antaranya terkait tuduhan 'Jokowi antek asing', 'Jokowi PKI' hingga 'Jokowi anti ulama dan Islam'.

"Antek asing enggak mempan, timbul Jokowi PKI, loginya kan enggak masuk, saya lahir 1961, PKI dibubarkan 1965/1966 saat umur saya 4 tahun, apa ada balita PKI," katanya disambut meriah ribuan pendukungnya saat Deklarasi Sedulur Kayu dan Mebel untuk Jokowi di De Tjolomadoe Convention Hall, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Minggu (3/2/2019).

"Terus ganti lagi anti ulama, anti islam, loh...loh..loh," aku dia tertegun saat acara yang juga dihadiri sejumlah tokoh nasional.

Baca: Gibran Rakabuming Dikirimi Foto Pria yang Mirip Dirinya, Begini Reaksinya yang Ditimpali Kaesang

"Yang keluar masuk pondok pesantren setiap minggu siapa? Yang tanda tangan Perpres Hari Santri siapa? Sekarang wakil saya siapa?" lanjutnya.

Jokowi yang saat ini menjadi Presiden RI itu melanjutkan, jika diungkapkan sehari semalam, isu-isu yang menerpa dirinya tidak akan rampung dibicarakan.

"Waktu tinggal dua bulan lagi, kita bekerja menyampaikan hal-hal yang benar," jelasnya.

"Sampaikan kepada teman-teman dan handai taulan, jangan dibalik-balik," terang dia menegaskan.

Pasalnya, lanjut dia, isu-isu yang tidak benar karena dibolak-balik tersebut seperti teori propaganda ala Rusia yakni dengan menyemburkan dusta, kebohongan hingga hoaks sebanyak-banyaknya sehingga membuat masyarakat menjadi ragu.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Noorchasanah A
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas