Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Kiai Ma'ruf Amin: Sandiaga Tidak Boleh Mengeksploitasi NU

"Tetapi panitianya tidak pakai lambang NU. Apalagi bukan NU menggunakan, itu akan ada gugatan dari kalangan NU," ujar Ma'ruf.

Kiai Ma'ruf Amin: Sandiaga Tidak Boleh Mengeksploitasi NU
Kompas.com/ GARRY ANDREW LOTULUNG
Calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin berjabat tangan dengan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno dalam debat ketiga Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam. Peserta debat ketiga kali ini adalah cawapres masing-masing paslon dengan tema yang diangkat adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin memberikan tanggapan mengenai cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno yang menggunakan bendera Nahdlatul Ulama (NU) saat kampanye di Stadion Semeru, Kabupaten Lumajang.

Menurut Ma'ruf, tidak seharusnya Sandiaga mengeksploitasi NU.

"Ya sebenarnya dia tidak boleh dia mengeksploitasi NU," ujar Ma'ruf usai menghadiri acara deklarasi dukungan di Hotel Allium, Tangerang, Sabtu (6/4/2019).

Baca: Orasi Yusril di Batam: Beri Kesempatan Pak Jokowi Sekali Lagi

Ma'ruf mengatakan, pengurus NU sendiri tidak pernah menggunakan bendera.

Biasanya, yang membawa bendera dalam kampanye atau acara tertentu adalah jemaah.

"Tetapi panitianya tidak pakai lambang NU. Apalagi bukan NU menggunakan, itu akan ada gugatan dari kalangan NU," ujar Ma'ruf.

Baca: PWNU Jatim Tak Rela Dunia Akhirat Bendera NU Dipakai Sandiaga untuk Kampanye

PCNU Lumajang memang sudah memprotes aksi Sandiaga tersebut.

Sebagai mantan rais aam PBNU, Ma'ruf yakin kepengurusan PBNU akan bersikap yang sama.

"Tetapi kita serahkan ke Lumajang saja," kata dia.

Sebelumnya, PCNU Lumajang memprotes keras penggunaan bendera NU oleh Sandi saat kampanye di Lumajang. Saat dikonfirmasi, Sandi mengaku saat itu diminta seseorang untuk memegang bendera tersebut.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas