Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Erick Thohir: Jangan Juga KPU Didemo-demo, Ditakuti, Biarkan Mereka Bekerja dengan Baik

Erick ingin semua pihak berperan menjadikan Pemilu 2019 sebagai hal menggembirakan.

Erick Thohir: Jangan Juga KPU Didemo-demo, Ditakuti, Biarkan Mereka Bekerja dengan Baik
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Calon Presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Iriana Joko Widodo (kedua kanan), Ketua TKN Erick Thohir (kiri), dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) saat kampanye terbuka di GOR Ken Arok, Malang, Jawa Timur, Senin (25/3/2019). Dalam sambutan politiknya, Joko Widodo menargetkan suara kemenangan sebesar 70 persen di Malang Raya. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, meminta semua pihak untuk menghentikan tindakan saling hujat di Pemilu 2019.

"Saya rasa stop saling menghujat, yang penting kerja biarkan KPU kembali bekerja. Pemilu kita jaga," kata Erick di Rumah Cemara 19, Jakarta, Jumat (19/4/2019) malam.

Erick ingin semua pihak berperan menjadikan Pemilu 2019 sebagai hal menggembirakan.

Pasca-pencoblosan, kata Erick, patut dijadikan momentum rekonsiliasi.

Baca: Andi Arief: Saya Berharap Pak Amien Rais Tak Usah Sok Jago Nantang-nantang SBY

Jangan sampai Pemilu dijadikan ajang permusuhan.

"Kita ini satu bangsa, satu tanah air. Sayang sekali kalau pemilu 5 tahun sekali tapi bangsanya harus pecah-pecah. Kita harus segera konsolidasi," ungkapnya.

Erick juga menegaskan, semua pihak perlu menghormati rekapitulasi suara oleh jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Jangan juga KPU didemo-demo, ditakuti, biarkan mereka bekerja dengan baik," kata dia.

Ia mengingatkan, negara-negara lain sudah banyak yang memuji keberlangsungan pemilu di Indonesia.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya semua pihak menjaga pandangan positif tersebut.

"Hampir 43 negara yang sudah mengapresiasi pemilu di Indonesia. Nah, kalau mereka apresiasi kok kita yang dianggap bangsa besar masih mengolok-olok diri sendiri, mencela-cela diri sendiri. Nah, ini mestinya kan tidak boleh," katanya.

"Kita berhasil menjadi salah satu negara yang bisa menyukseskan pemilu secara bersamaan, baik pilpres maupun pileg. Bahkan, tingkat partisipasinya 81 persen dibandingkan tahun 2014 yang sekitar 67 persen. Luar biasa," katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Erick Thohir: Stop Saling Menghujat!"
Penulis : Dylan Aprialdo Rachman

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas