Tribun

Pemilu 2019

Komisioner KPU Jelaskan Mengapa Banyak Petugas TPS Sakit hingga Meninggal Dunia Usai Pemilu 2019

Komisioner KPU DKI Jakarta, Nurdin menyebut ada dua faktor mengapa banyak sekali petugas TPS sakit hingga meninggal dunia saat Pemilu 2019.

Editor: Whiesa Daniswara
Komisioner KPU Jelaskan Mengapa Banyak Petugas TPS Sakit hingga Meninggal Dunia Usai Pemilu 2019
Instagram
Komisioner KPU DKI Jakarta, Nurdin menyebut ada dua faktor mengapa banyak sekali petugas TPS sakit hingga meninggal dunia saat Pemilu 2019. 

Komisioner KPU DKI Jakarta, Nurdin menyebut ada dua faktor mengapa banyak sekali petugas TPS sakit hingga meninggal dunia saat Pemilu 2019.

TRIBUNNEWS.COM - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Nurdin menyebutkan sejumlah faktor yang membuat banyak kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang sakit hingga meninggal selama penyelenggaraan pemilu dan pilpres 2019.

Faktor pertama adalah lantaran pemilu dan pilpres pada tahun ini digelar secara serentak untuk memilih presiden, DPR, DPRD, dan DPD.

Hal ini berpengaruh pada tenaga, waktu, hingga pikiran serta beban pada petugas.

Baca: Usai Pemilu 2019, Pertamina Jamin Pasokan BBM di Jawa Tengah dan DIY Aman

Baca: Viral, 5 Potret Perjuangan TNI dan Polri Saat Kawal Pemilu 2019

"Kemudian secara enggak langsung tingkat pekerjaan kemudian pikiran, tenaga juga harus ekstra. Di samping itu memang anggaran sama saja artinya yang diperoleh teman-teman. Walaupun pekerjaan banyak dananya sama saja (seperti pemilu sebelumnya)," kata dia saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (20/4/2019).

Nurdin mengungkapkan, dengan anggaran yang sama seperti pemilu sebelumnya namun dengan pekerjaan yang lebih banyak membuat sebagian petugas memutuskan untuk mundur.

Faktor lainnya adalah dengan adanya pemilihan serentak membuat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) kerepotan mengurus logistik yang sangat banyak.

"Apalagi mereka ini orang yang kita rekrut bekrja selama pemilu saja. Sehingga dia awalnya belum paham sistemnya learning by doing terus ditambah lagi ada pembatasan periodesasi PPK, PPS, dan KPPS. Sehingga yang sudah berkali-kali ikut pemilu harus kita stop dengan adanya regulasi itu," ujarnya.

Baca: Daftar 10 Polisi Meninggal saat Tugas Pemilu 2019, Salah Satunya Jenderal Bintang 1

Baca: Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG Selama Libur Pasca Pemilu 2019 Aman

Menurutnya para petugas akhirnya kaget karena tekanan yang datang semakin tinggi terutama tekanan dari para pemilih.

"Santai taunya gedebak gedebuk belum lagi pressure dari masyarakat," tutur Nurdin.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas